
Kita tinggalkan lia dan yaya dulu ya guys..kita beralih ke darlan.
Darlan tiba di rumahnya, rasa lelah mulai menyelimutinya.
darlan tidak tahu kalau selama dia pergi,.banyak kejadian yang sudah terlewati.
"kemana nih anak...di klakson gak keluar"darlan terpaksa membuka sendiri pintu gerbang yang biasanya dibukakan oleh adiknya itu.
istri darlan yang bernama Astari, duduk di kursi roda dan menyambutnya.
"Assalamualaikum "ucap darlan tersenyum melihat anak dan istrinya.
"Waalaikum salam ayah"jawab anak gadis yang usianya 5 tahun itu, sambil mencium punggung tangan ayahnya.
darlan menggendong laras, dan membawanya masuk.
"tante kemana dek??"
"gak tahu...udah lama gak ada di rumah"
"kemana bun...adik aku kemana???"
__ADS_1
"salah pergaulan tuh adik kamu mas...di bilangin gak mau dengar...malah marah-marah lagi dan pergi dari rumah ini"
"gak mungkin...aku yang turun langsung mendidiknya..gak mungkin dia salah pergaulan...dia adik aku satu-satunya...aku takut terjadi sesuatu dengan nya"
darlan menelpon ke ponsel adiknya itu, namun bunyinya terdengar di bawah bantal kursi di ruang tamu.
wajah Astari mulai pucat.
darlan mengambil ponsel dan mencoba beberapa kali PIN nya...ternyata adiknya memakai PIN tanggal lahirnya.
Deg...wajah darlan menjadi merah saat melihat beberapa rekaman video dari ponsel adiknya itu.
darlan menatap tajam pada Astari yang masih berada di kursi rodanya.
darlan masih menahan karena ada laras di dekatnya.
Astari mundur, memutar kursi rodanya dan masuk ke dalam kamar.
"Ayah...tante gak pulang lagi ya...laras di marahin bunda terus...kata bunda...laras nakal"
"laras gak nakal sayang...laras hanya belum mengerti"
__ADS_1
"mengerti apa ayah..kemarin laras bikin susu botol sendiri...laras pintar kan ayah"celoteh anak usia 5 tahun membuat darlan lemas tak bertenaga.
kenyataan pahit harus diterimanya, menikah di grebeg orang, bercerai...kemudian adiknya hilang dan istri yang membohonginya.
darlan beristighfar dan memeluk laras.
Setelah menidurkan laras ,darlan masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri.
darlan menatap tajam ke arah Astari yang hanya tertunduk lesu.
"maksud kamu apa ya tari??jadi selama ini kamu berbohong pada saya tentang penyakit kamu..."
"aku minta maaf mas...bukan begitu maksud aku...aku hanya ingin tetap menjadi istrimu...aku tahu, kalau diantara kita sudah tidak ada cinta lagi..tapi tolong demi laras...beri dia keluarga yang utuh mas...aku tidak mau...laras seperti aku yang dibesarkan oleh seorang ayah..tanpa kasih sayang dari ibu..."
darlan mendekat dan tersenyum sinis.
"bukan tidak ada cinta lagi tari , selama ini kamu yang membuat jarak ini semakin jauh...kamu yang tidak pernah mau mengerti keadaan aku dan adik aku pun sekarang entah ada dimana???,kamu selalu membuat adikku tidak nyaman di rumahnya sendiri"
"aku tidak suka kalau kamu selalu menomor satukan adik kamu, padahal kamu punya istri dan anak"
"kamu pikir siapa yang ngasuh laras selama kamu berpura-pura lumpuh...yaya..yaya...dan yaya"
__ADS_1
"kenapa harus yaya yang pegang pengeluaran di rumah ini...kenapa bukan aku mas"
"kenapa???..karena kamu hanya mementingkan dirimu sendiri tari...bukankah sering yaya dan laras kelaparan karena kamu tidak menyiapkan kebutuhan mereka..paham!!!"