
Mendengar apa yang diucapkan dahlan, membuat lani hanya terkekeh.
memang benar apa yang diungkapkan dahlan, kalau mencintai itu banyak cara. lani yang tidak suka dikekang, akan kabur jika terus diperlakukan seperti darandra memperlakukan lia.
lani melihat ke arah dinara yang tidak nyaman berada di pesta resepsinya, wajah dinara tampak pucat saat ada seseorang yang menghampirinya.
lani terus memperhatikan gerak gerik seorang laki-laki yang terus bersama dinara. setelah selesai dengan dinara ,laki -laki itu menghampiri darandra dan menodongkan pistol di belakang punggungnya.
"Jalan...jangan banyak bergerak atau kau akan mati"ucap si laki-laki itu dengan rasa percaya dirinya.
darandra tersenyum tipis, laki-laki itu membawanya keluar dari gedung. di luar darandra melepas jasnya dan mengambil pistol yang ada di tangan orang tersebut, namun ada 4 pistol yang mengarah padanya dari arah yang berbeda.
"Hahahahah"semuanya tertawa melihat darandra tidak berdaya.
darandra memicingkan kedua matanya, darandra heran dimana semua anak buahnya .
dari arah kejauhan terlihat seseorang menggunakan pakaian serba hitam mendekat dan membantu darandra mengalahkan semua lawannya itu.
kedua matanya bertatapan, kedua mata darandra membulat mengetahui siapa seseorang yang di balut baju serba hitam itu.
darandra menembak lawannya yang akan menggunakan senjata tajam pada Seseorang yang sudah membantunya itu.
lima menit berlalu, semua anak buah darandra baru datang, sehingga membuat darandra menjadi murka.
__ADS_1
darandra memukuli ke lima pasukan pilihannya itu, semuanya hanya terdiam.
"kemana kalian semua..."teriaknya lantang.
"maafkan kami bos, kami diberikan obat tidur"
darandra mengacak rambutnya dengan frustasi.
ketika orang yang berbaju serba hitam itu akan pergi, darandra mencekal tangan orang tersebut.
"buka topengmu atau aku akan memaksanya"ucap darandra dengan kilatan kemarahan. semua anak buahnya menundukkan wajah mereka.
darandra terkejut, melihat fakta bahwa orang yang ada dihadapannya adalah dinara, darandra yakin bahwa yang membantunya tadi adalah lia...
"dimana sayang???"
"oh aku lagi di dalam gedung....lagi sama kak dahlan dan kak lani...kenapa sayang???"
"tunggu aku di dalam saja"darandra mematikan telponnya.
darandra menghampiri lia yang sedang bersama Dahlan.
"Bang...dari kapan lia di sini???"tanya nya secara langsung tanpa basa basi.
__ADS_1
"udah satu Jam...lia ngobrol sama lani"dahlan bersikap sewajarny.
"lan..apa benar lia di sini sudah satu jam"tanya nya pada lani.
"iya bos...kenapa bos???"lani balik bertanya.
"ayo sayang kita pulang...saya pamit ya bang"darandra memeluk dahlan dan menepuk punggung nya.
Dalam perjalanan pulang, darandra hanya diam saja membuat lia merasa aneh.
"mas...kamu kenapa???dari tadi kok diam saja???"
darandra melirik lia dengan ekor matanya, dadanya masih bergemuruh menahan amarah.
"ditanya kok diam saja....ya sudahlah...aku mau tidur dulu..kalau sudah sampai kasih tahu ya"lia memejamkan matanya.
Tiba dirumah, darandra tidak membangunkan atau menggendong lia, darandra turun sendiri.
sudah setengah jam, darandra meninggalkan lia, lia masih tertidur nyenyak di kursi mobil. ibu dea mendekat dan menggoyangkan bahu lia yang sedang terpejam.
"lia..li...bangun...pindah ke kamar"ucap bu dea bingung kenapa darandra meninggalkan istrinya itu.
lia menggosok kedua mata sambil menggeliat. lia menatap ibu dea yang sedang menatapnya juga.
__ADS_1
"kok ibu disini...mas andra mana bu???"lia melihat ke sekeliling namun tidak melihat keberadaan darandra.