
Tiga hari berlalu, lia dan darandra sudah membawa bayi Lian pulang.
di rumah sudah di siap kan penyambutan oleh Ibu dea dan yang lainnya.
kedua mata darandra tampak melotot saat seorang darendra hadir di rumahnya, namun saat melihat Shila di sebelahnya, terbitlah sebuah senyum manis dari seorang darandra satya.
Shila mendekati lia yang sedang menggendong bayi lian.
"tampan ibu..aku boleh gendong gak???"tanya Shila menatap wajah lia yang tersenyum di balik cadarnya.
"emang kak Shila bisa???"lia bertanya balik.
Shila menempelkan jari telunjuk di pipinya seolah sedang berfikir dan mengumpulkan keberaniannya.
Shila hanya menggeleng perlahan dan mengayunkan kedua kakinya.
lia pun tertawa renyah membuat rendra terkesima, dan tak sadar kalau sang singa sudah akan menerkamnya.
darandra yang berada dekat dengan rendra pun hanya berdehem...
__ADS_1
"masih ada gak satu aja seperti istrimu ndra"rendra menoleh pada darandra yang seolah tak mendengar.
"istriku hanya satu...dan tidak akan pernah ada yang bisa menyerupai kecantikan luar dan dalam nya"darandra tetap menatap ke arah lia yang sedang bermain bersama Shila.
"Jangan jadikan Shila umpan mu untuk mendekati anak dan istriku rendra!!!!, kalau itu terjadi,maka kisah kelam sepuluh tahun akan terjadi lagi"
Glek...rendra seolah susah untuk menelan ludahnya.rendra hanya terdiam mendengar ancaman dari darandra.
susah payah rendra dan darandra keluar dari kisah kelam yang membuat keduanya seperti seorang iblis yang berwujud manusia.
andai waktu itu , dahlan tidak membawa lia...mungkin keduanya masih berada di dunia bawah tanah yang tidak mengenal apa itu cinta dan kasih sayang.
"jangan berandai-andai ren...itu adalah perilaku syaitan...belajar lah ikhlas..."dahlan mendekat ke arah rendra yang sedang mengacak rambutnya.
darandra masih memperhatikan lia dan Shila yang sangat akrab. darandra tidak menyangka jika lia akan berubah menjadi sosok keibuan dan lemah lembut pada anak kecil.
cinta darandra pada lia seolah tidak pernah terkikis oleh waktu, kehadiran liandra membuat cinta darandra yang hanya seluas sungai menjadi seluas samudera.
entah apa yang membuat darandra jatuh cinta pada istrinya itu.
__ADS_1
"ndra...mau sampai kapan kamu melihat istrimu terus...sebaiknya bawa ke kamar...kasian sepertinya lia lelah"ibu dea menepuk bahu darandra.
darandra beranjak dari duduk nya dan mendekat pada lia.
"sayang...bawa ke kamar...istirahat"darandra merangkul bahu lia, melihat itu Shila hanya menunduk.
"Shila ..hayu ikut ibu...sekalian bobo di kamarnya lian"lia mengajak Shila yang terlihat sedih.
"boleh om????aku ikut ibu???"tanyanya sambil menatap darandra.
darandra yang ditatap hanya menghembuskan napasnya dengan kasar. "tapi jangan ganggu dede bayinya ya Shila..."
Shila mengangguk dan menggenggam tangan lia yang sebelah kiri.
di dalam kamar lian, Shila hanya melihat ke semua kamar, walaupun laki-laki kamar lian sangat indah.
"ibu..aku mau kamar nya seperti ini..boleh???Shila menatap lia yang sedang membaringkan lian di tempat tidur bayi.
"emang di rumah kamar Shila seperti apa sayang???"
__ADS_1
"aku kan tidurnya sama ayah bu...semenjak bunda gak ada...aku tidurnya sama ayah...aku pengen deh punya kamar sendiri....ada boneka besar...mainan...sepertinya seru ya"hila berceloteh sendiri membuat lia menjadi gemas.