Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
31


__ADS_3

"terima kasih banyak ya mas...sudah menempatkan aku didalam hatimu yang begitu luas...aku tidak tahu kalimat mana lagi yang harus aku ungkapkan...aku juga tidak tahu kebaikan yang mana yang sudah aku lakukan sampai aku mendapatkan cinta yang begitu besar dari seorang darandra satya...terima kasih kalau ternyata selama ini kamu sudah mau mengorbankan harga diri kamu, waktu kamu, materi yang tidak pernah aku bisa kembalikan"lia menoleh dan menatap darandra.


"dalam cinta tidak perlu ada ucapan " terima kasih" sayang,aku melihatmu bahagia itu sudah cukup, melihatmu tersenyum apalagi sekarang kamu sedang mengandung benih cinta kita..aku sangat bersyukur"


"iya mas..kita harus bersyukur dengan apa yang kita punya"


"sayang..tolong jangan kasih tahu ibu kalau kamu sedang hamil...aku takut jiwa ibu terguncang, kamu tahu gak???ibu akan merasa tertekan kalau aku akan selalu bersama istri dan anak aku, dan melupakan ibu...ibu merasa kalau waktu yang aku punya hanya untuk kalian berdua, ibu akan merasa cemburu dan iri jika itu terjadi, entahlah...aku juga bingung...apa karena aku adalah anak yang di tunggu nya selama 5 tahun juga tunggal...ibu takut kehilangan aku...ibu akan merasa hidupnya sendiri dan tidak berguna"


lia menelan ludahnya dengan kasar, lia jadi ingat beberapa hari yang lalu saat ibu dea memberikannya minuman yang katanya biar rahim kuat dan sehat, untung minuman itu di minum oleh darandra yang datang dan merasa haus, walaupun darandra mengalami sakit perut yang hebat sampai di bawa ke rumah sakit.


apakah seorang ibu tega menyakiti anak dari anaknya itu, lia tidak habis pikir dengan kejadian ini.


tiba di rumah, ibu dea menyambut dengan sumringah.

__ADS_1


"kalian darimana sih baru pulang..oh iya...ibu udah masak udang asam manis loh kesukaannya andra..."ibu dea tersenyum sambil menggandeng lengan darandra.


darandra melirik memberikan kode agar lia segera masuk ke dalam kamarnya.


lia yang sedang diberi kode hanya menganggukkan kepalanya.


"loh lia..mau kemana..kenapa gak ikut makan bareng sama andra????"tanya ibu dea melihat lia yang akan masuk ke dalam kamar.


"aku mau sholat dulu bu...ibu dan mas Andra duluan aja ya"lia menundukkan kepalanya.


di meja makan, darandra di layani seperti anak yang baru berusia 7 tahun. darandra termenung melihat ibunya yang seperti sedang ada di masa halusinasinya.


"makan ndra..makan yang banyak..biar Andra bisa jagain ibu"

__ADS_1


"iya bu"


darandra hanya bisa mengiyakan apa yang diucapkan ibunya itu. selama keduanya makan, tak ada satu kata pun yang membahas lia.


ibu dea seakan lupa kalau ada lia di rumah ini atau memang sengaja tidak mau membahasnya.


setelah sholat, lia mengirim pesan pada darandra untuk meminta tolong dibawakan air putih hangat dalam teko.


darandra yang sudah selesai makan pun akhirnya bergegas ke kamar sambil membawa air pesanan istrinya itu.


baru saja darandra akan masuk ke dalam kamar, ibu dea memanggil nya.


"kamu bawa minum buat siapa???"

__ADS_1


"buat Andra bu...karena malam ini Andra ingin istirahat total di kamar , kalaupun ada dandi dan dahlan bilang saja Andra sedang istirahat"darandra menghela napas, setiap ibunya kambuh...pasti kalimat ini yang digunakan agar tidak curiga.


__ADS_2