
"Baiklah...aku tidak akan memaksa....maafkan aku bukannya aku mempermainkan pernikahan ini, aku belum siap melihat kehancuran keluarga ku, Darliani binti Darman, saya cerai dan talak satu untuk mu"ucap darlan menatap lia kemudian menunduk.
Lia tersenyum, lia tahu resiko yang akan dia tanggung, tapi biarlah dia menjadi janda asalkan tidak merusak rumah tangga orang lain.
lia keluar dari mobil dan bergegas naik bus ke arah bandung.
darlan masih memperhatikan bus yang membawa lia dan kemudian meneruskan perjalannya.
tiga jam lia berada di bus, lia memejamkan matanya, namun lia merasakan ada yang sedang merogoh tas slempangnya.
lia membuka matanya dan bertatapan dengan si pencuri cantik.
lia menekan pergelangan tangan wanita cantik itu dan membuatnya meringis.
"Tolong lepaskan tanganku kak"ucap gadis usia 18 tahun itu.
"baiklah..duduk di samping ku"ucap lia menunjuk dengan kepalanya.
"terima kasih kak"
Lia dan gadis tadi pun turun di terminal.
__ADS_1
lia naik angkot menuju ke rumah yang selama ini dia bangun dari hasil menjadi guru karate.
Tiba dirumah, lia membuka kunci dan menghidupkan saklar lampu di rumah.
gadis itu hanya terdiam enggan untuk masuk ke dalam rumah, "kenapa diam saja di luar...ayo masuk"ucap lia tersenyum.
"iya kak"jawab gadis itu ragu-ragu.
"duduklah..saya buatkan teh manis hangat dulu ya..sepertinya segar"lia menaruh tas nya di kursi dan pergi ke dapur.
lia membawa satu teko teh manis hangat dan cemilan ala kadarnya.
"Ayo di minum"lia mendahului gadis tersebut yang masih enggan menerimanya.
"takut apa??"lia bertanya balik
"ya..makhluk tak kasat mata lah kak...."
lia tertawa dengan renyah, "ngapain takut sama makhluk tak kasat mata neng, takut mah sama orang yang pura-pura baik..baik di depan..dibelakang mah nusuk"
"i..iya kak"
__ADS_1
"oh ya kamar mu di sana ya, dan kamar saya di sana"lia menunjuk ke arah kiri dan kanan
"kita gak satu kamar kak, aku takut"
"takut apa neng...takut sama Allah...lagi gak haid kan...ayo sholat"
"sholat...sejak aku pergi dari rumah...aku gak pernah sholat lagi kak..aku di usir oleh kakak ipar ku, aku hanya bawa satu stel baju di badan ku ini saja"jawabnya tertunduk dan air mata yang tadi di tahan pun harus jatuh perlahan.
"kenapa di usir???"
"aku melihat kalau kakak ipar ku hanya pura-pura sakit agar tidak diceraikan oleh kakak ku"
"menghilangkan bukti maksudnya...terus orang tua mu kemana???"
"ayah dan Ibu sudah meninggal tujuh tahun yang lalu sebelum kakak menikahi perempuan laknat itu"
"oh..maaf ya..bukannya aku mau tahu tentang keluargamu....aku juga gak tahu rasanya kehilangan kedua orang tua...dan di usir seperti itu...oh ya..ngomong -ngomong namanya siapa neng"lia menatap lekat pada gadis itu.
"daryanti kak...kakak boleh manggil aku dengan yaya..."
"oh iya ya...namaku lia...kamu sudah lulus sekolah kan ya...atau masih sekolah???"
__ADS_1
"aku sudah lulus kak...dua bulan yang lalu...maaf ya kak...aku tadi mau nyuri dompet kakak...sudah satu minggu aku menahan rasa lapar dan minum...aku hanya makan bekas sisa makan orang kak"yaya menunduk saat mengatakannya.