Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
4. adik aku


__ADS_3

Adzan subuh terdengar sayup-sayup, lia bangun dan membersihkan diri.


lia masuk ke dalam kamar yaya yang tidak terkunci "ceroboh amat ini anak"ucap lia dalam hati.


yaya tidur dengan ditutupi selimut sampai kepala.


"ya..ya..ya"lia menggoyangkan tubuh yaya yang tertidur pulas.


"iya kak...aku masih mengantuk bisa kah..bangunkan aku lima.menit lagi"


"woy..lima menit itu berharga...bangun...mandi...saya tunggu di ruang tamu...kita sholat berjamaah"


yaya membuka selimut nya dan berjalan ke kamar mandi dengan bersungut.


lia keluar dari kamar yaya dan.mengambil wudhu.


Lia menjadi imam bagi yaya yang kehilangan arah.


setelah sarapan, lia membawa yaya ke tempat latihan karate.


"ciyeh...cewek cantik nih"ucap salah satu teman lia.


"mata jelalatan di bogem kak dahlan lagi mau kamu jo"lia menepuk bahu temannya yang bernama hejo itu, bukan nama sebenarnya sih cuma karena kulitnya berwarna hitam legam saja, lia memanggilnya hejo.


hejo itu bahasa Indonesianya hijau.

__ADS_1


"jangan bilang lah sama kak dahlan..."


"kak dahlan lagi pergi ke jakarta katanya li...ada turnamen di sana selama 6 bulan, jadi kamu yang melatih anak-anak selama 6 bulan"


"lah kok.kak dahlan gak bilang..."


"bagaimana mau bilang..di kampung kau kan gak.ada.sinyal..yang ada suara kodok bertautan.."


"ya sudahlah...ayo mulai"


"eh li..kenalkan dulu lah gadis cantik tuh"


"dia adik aku..jangan macam-macam..."


"Ngeri kali lah cewe setengah laki nih"


yaya hanya terdiam, mengamati pergaulan lia yang sangat santai.


lia mengajari karate pada yaya agar ketika lia tidak bersama yaya, yaya bisa membela dirinya sendiri.


Selesai latihan karate, semua orang pulang karena akan turun hujan.


lia dan yaya pun ikut pulang juga karena mau pergi ke pasar tradisional di dekat sana.


yaya terkejut melihat lia dengan sigapnya berbelanja, tak ada tawar menawar sekali.

__ADS_1


"kak..kok gak di tawar???"


"ngapain di tawar ya??"


"biasanya kalau yang lain nawar dulu kak"


"kamu tahu gak...tidak semua yang berdagang itu orang yang punya...dengan mereka berdagang...itu lah cara hidup mereka menafkahi keluarganya...mereka juga punya anak dan istri yang harus di penuhi sandang..pangan dan papannya...mungkin mereka hanya mengambil untung 500-1000 rupiah saja ya"


"oh..kakak baik ya...apakah kakak punya pacar"


"aku gak pernah punya pacar ya...kemarin punya suami cuma satu minggu aja...sekarang janda bersegel"lia membisikan di telinga yaya.


"kok gak di unboxing kak"tanya yaya seolah mengerti.


"gak tahu...dia orang yang baik...dia tidak akan melakukan sesuatu di luar kemauan ku"


"bukannya udah kewajiban kak..istri melayani suaminya"


"iya sih..cuma gak ada cinta..kemarin aja nikah di grebeg...hahahhahaha"


"kok bisa kak."


"entahlah sudah jalan takdirnya seperti itu kali, yang mengatur skenario kan Allah...kita mah hanya bisa menjalaninya saja...di Q.s Al baqarah di surat paling terakhir ada ayat yang mengatakan kalau Allah tidak akan menguji HambaNya diluar kesanggupannya..begitu"lia menoleh pada yaya yang sedang menatapnya dengan bangga.


"berarti ini semua skenario Allah ya kak...Allah mempertemukan kita...Allah ingin aku belajar banyak dari kak lia..."

__ADS_1


"Husnudzon aja ya...ayo kita sudah sampai"


keduanya berjalan dari pasar sampai rumah.


__ADS_2