
Darandra menangkap tubuh Ibu dea yang hampir terjatuh.
lia dan darandra saling melirik melihat wajah Ibu dea yang tampak pucat pasi.
darandra membawa tubuh ibunya ke dalam kamar, namun langkah kaki darandra terhenti saat melihat ada foto ukuran besar lia yang tanpa hijab terpampang di tembok kamar ibunya.
darandra mengepalkan tangannya, ada perasaan kesal yang menyelimuti hatinya. setelah meletakkan ibunya di tempat tidur, darandra menurunkan foto tersebut dan membawanya keluar.
darandra membuka bingkai , mengeluarkan foto tersebut dan menggulungnya.
"itu foto aku ada di kamar ibu mas???"
"ya"
"kok ibu punya foto aku"
darandra hanya mendelik. darandra tidak tahu kenapa ibunya bisa menyimpan foto lia. lia yang tanpa hijab dan baru datang dari kampung.
__ADS_1
"Dahlan!!!!!!!!"teriaknya dengan kesal sehingga membuat lia terkejut.
darandra berlalu meninggalkan lia dan liandra yang tidak tahu apa-apa.
darandra mendatangi dahlan yang sedang bersama dandi di restoran, darandra masuk ke dalam kantor dan langsung mencengkram leher baju dahlan yang sedang memegang buku laporan.
dahlan yang sedang tidak siap menjadi kaget dan hampir memukul darandra.
darandra menahan tangannya setelah melihat wajah dahlan yang sekilas mirip ayahnya itu. darandra melepaskan pegangan tangannya dan duduk di samping dahlan yang merapihkan bajunya.
"bang...apa yang sedang kamu rencanakan dengan ibuku"tanya darandra menatap dahlan yang tetap siaga.
"ya aku gak tahu...tapi kenapa ada foto lia tanpa hijab di kamar ibu"
dahlan menelan ludahnya dengan kasar. akhirnya darandra tahu kejadian yang sebenarnya.
"baiklah...aku ceritakan tapi tolong dengarkan baik-baik....aku dan ibu dea bertemu dengan lia saat lia membantu ibu dea yang hampir di copet...melihat lia..ibu berpikir untuk mengenal kan nya padamu, tapi kalau dikenalkan secara langsung kamu pasti tidak setuju dan menolak mentah-mentah...akhirnya aku meminta lia untuk membantu aku di padepokan kita...awalnya aku sempat jatuh hati pada keluguan dan sikap lia yang humoris...namun karena lia dipersiapkan untuk menjadi pendamping mu aku harus menahan rasa...menjauhkan lia dari orang-orang seperti dandi dan samsul juga yang pasti satu pemikiran denganku...sampai akhirnya aku membawa lia ke markas besar...sengaja biar kamu juga melihat...aku pikir kamu tak acuh karena kamu tidak suka melihatnya...sampai darendra sang cassanova pun ikut tertarik juga pada lia...di situlah aku baru tahu kalau darandra satya juga tertarik.."
__ADS_1
"terus kenapa ibu bilang kalau ibu tidak suka pada lia bang???"
"ya karena ingin melihat perjuangan cinta kalian lah...sejauh apa kamu mencintainya...ternyata semakin ditentang kamu semakin tidak bisa di tahan...heheheh"dahlan terkekeh.
darandra mengusap rambutnya dengan kasar. darandra melempar bantal sofa ke arah dandi yang tersenyum mengejek padanya.
"kamu juga tahu dan???".
"tahu lah...dan aku juga udah siap..jika lia dapat penolakan dari darandra satya...aku adalah orang pertama yang akan menaklukkan nya"
darandra menggelengkan kepalanya, darandra mengulas senyum. ternyata ibunya tidak benar-benar membenci lia.
"tumben bos..pake baju putih...mau kemana???"
tanya dandi melihat darandra yang tidak pernah lagi memakai baju putih.
"mau takziah ke istrinya darlan"
__ADS_1
dahlan dan dandi saling melihat tanpa memberikan reaksi apa-apa membuat darandra mengerutkan dahinya.