Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
44


__ADS_3

Pernikahan dahlan dan lani di rayakan dengan mewah, tamu yang hadir dari berbagai profesi tumpah ruah menjadi satu.


Dandi membawa dinara, dahlan dan darandra tidak aneh dengan dandi, sama halnya seperti darandra, pantang pulang sebelum keinginannya tercapai.


dandi membawa dinara kehadapan dahlan dan lani yang sedang berbincang seru.


"din...ini teman abang...dan istrinya"ucap dandi penuh dengan senyum, dinara pun menangkupkan tangannya di depan dada.


"sepertinya ada pengantin baru nih"darandra datang mendekat ke arah dandi yang gelagapan.


apa yang sedang terjadi pada bawahannya, darandra pasti sudah tahu. dandi yang menyembunyikan pernikahannya dengan dinara pun hanya diam tanpa kata begitu juga dengan dinara yang melotot.


"publikasikan saja dan...walaupun istrimu yang minta menyembunyikan nya...kepempimpinan itu ada pada laki-laki...kecuali kalau istrimu hanya mempermainkan pernikahan kalian"darandra melirik tajam pada dinara yang tertunduk.


dandi menatap lekat pada dinara, dandi bersikap biasa saja padahal dalam hatinya sangat marah.


lia mendekat membawa minuman untuk semuanya,

__ADS_1


"ayo diminum dulu"ucap lia menyodorkan pada semuanya.namun darandra menarik tangan lia saat akan menyodorkan pada dandi. dandi hanya mengerutkan dahinya, kecewa dengan sikap darandra yang masih saja posesif dan cemburu padanya.


dinara yang melihat hanya diam, tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi. dahlan dan lani hanya saling melihat tanpa memberikan komentar.


"sampai kapanpun aku tidak akan pernah memberikan kesempatan pada lia untuk melakukan kebaikan padamu walaupun sedikitpun " darandara dengan tegas mengucapkan nya di hadpaan semua nya.


"Apa sih bos....anehnya jangan kelamaan...aku kan juga punya istri..masa iya!!!lagian mana mau lia sama aku...benar gak li"dandi menatap pada lia yang hanya mengulas senyum.


"jangan diambil hati ya dinara...mas Andra ini bosnya ..bang dandi...mereka selalu melakukan drama seperti ini agar mental menjadi kuat"lia menatap dinara yang diam namun kedua matanya memberikan kesan lain.


"cubitannya kok sakit sayang...pengen di gigit aja lah"darandra berbisik di telinga lia. lia memukul lengan darandra dengan perlahan.


"hati-hati li...ingat!!!tangan kamu mampu membunuh orang yang tidak berdosa"ucap dahlan mengingatkan adiknya itu. lia selalu mendapatkan julukan tangan besi karena lia mampu memecahkan batu bata dalam jumlah banyak.


lia terkekeh dengan peringatan dari dahlan.


ibu dea mendekati semua yang sedang mengobrol, ibu dea minta ke fotografer untuk mengambil foto Mereka.

__ADS_1


selama sesi foto-foto,darandra tidak pernah membiarkan lia berfoto sendiri, walaupun lani minta di foto bersua dengan lia, tetap saja darandra ikut dibelakang.


dahlan mengusap bahu lani dengan pelan, di tatapnya wajah lani yang kesal.


"sudah gak usah di bawa ke hati yang ada akan jengkel terus"


"aku kan cuma ingin punya kenang-kenangan bareng lia bang...masa sama bos gak boleh terus sih...aneh!!!"


"gpp nanti d potong aja pas bagian si bos"


"emang boleh???"lani menatap dahlan dengan penuh harap.


"gak boleh sih...terus mau bagaimana lagi..."dahlan seakan putus asa.


"apa abang bisa!!!mencintai aku seperti bos ke lia"lani menunggu jawaban dahlan yang hanya terdiam.


"cara orang mencintai kan berbeda lan...aku gak bisa se posesif itu padamu...yang ada kamu tidak nyaman dan kabur"

__ADS_1


__ADS_2