Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
51


__ADS_3

lani melakukan pemeriksaan di bagian bawahnya lia yang sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya.


"wow..Alhamdulillah sudah lengkap nih li...tinggal mengedan...Ayo li"lani memberikan semangat.


seorang perawat masuk membisikkan sesuatu membuat lani tersenyum sumringah kemudian menunduk.


darandra masuk setelah minta diperbolehkan oleh lani.


darandra menggenggam tangan lia, dan menciumnya dengan sangat mesra membuat lani melengos.


"Udah siap li...kalau sudah mules banget seperti mau Buang Air besar...Ngedan ya li"lani terus berusaha mengobrol dengan lia.


lia hanya mengangguk, darandra tetap menggenggam tangan lia sebagai penyemangat untuk istrinya itu.


"Ayo li...terus li..ayo sayang...terus...Nah...terus...udah kelihatan rambutnya...kalau cape istirahat dulu ya"

__ADS_1


"Ayo li...semangat...ayo terus sayang...bagus...bagus...Alhamdulillah"lanjut lani dengan semangat nya.


bayi menangis dengan sangat kencang, seorang keturunan darandra satya sudah lahir ke dunia dengan selamat dan sehat, darandra di karunia seorang putra dengan berat badan 2900 gram dan panjang badan 50 cm...warna kulitnya kemerahan.


bayi laki-laki itu di letakkan di dada lia, untuk mencari Areola payudara ibunya, tindakan ini bertujuan untuk mempererat ikatan batin ibu dan bayi.


lia merasakan nyeri di bagian perut dan geli di daerah Areola payudara nya, tapi ada perasaan bahagia yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, melihat bayinya sangat aktif dan dengan cepat memberikan reaksi saat menghisap putingnya itu.


lia mengusap kepala bayi laki-laki yang dia kandung selama tiga puluh sembilan minggu itu dengan penuh kasih sayang.


Setelah lima menit, bayi itu diambil oleh perawat untuk di lap kering supaya tidak mengalami penurunan suhu.


darandra mencium kening lia dengan sangat lama, sedangkan lani sedang sibuk menjahit bagian bawahnya lia.


"Selesai"lani berteriak membuat darandra terkejut dan melempar lani dengan sebuah handuk bekas bayinya tadi.

__ADS_1


"Biasa aja sih bos...ini namanya penganiayaan..hati-hati kotor itu"ucap lani kesal dengan sikap darandra yang menurutnya menyebalkan.


"Terima kasih ya dokter lani...terima kasih banyak...untuk bonus nanti saya transfer"ucap darandra membuat lani terkejut setengah mati.


Selama lima tahun lani bekerja di Rumah sakit DS ini, baru kali ini mendapatkan ucapan terima kasih yang menurutnya begitu tulus.


lani dapat melihat begitu banyak perubahan besar pada bosnya itu saat berada dekat dengan lia. Lani sangat bahagia melihat pasangan yang sangat sempurna ini, walaupun lia terlihat bar-bar tapi bila berada di sisi darandra, lia menjadi orang yang lemah lembut, bisa mengimbangi suaminya yang super tidak bisa di ketahui apa maunya itu.


"Baik bos...lia..selamat ya...akhirnya bisa begadang juga ya"lani tertawa sambil keluar dari ruangan tersebut.


lia mengusap punggung tangan darandra yang masih menggenggam tangannya itu.


"Terima kasih ya sayang..mau menghadirkan bayi laki-laki kita yang tampan...maaf ya kalau aku sering membuatmu tidak nyaman saat hamil"darandra mengutarakan kata-kata dengan kedua mata yang berkaca-kaca.


lia menarik kepala darandra kemudian mengecupnya, membuat darandra terkejut dan terlihat kesal.

__ADS_1


__ADS_2