Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
47


__ADS_3

Lia mencabik merasa kesal dengan darandra yang hanya diam saja tidak bereaksi apa-apa. lia pun berdiri dengan lutut darandra sebagai pegangannya.


setelah lia masuk, darandra berdiri mengikuti lia yang ternyata tidak ada di dalam kamarnya..darandra keluar lagi, kedua matanya celingukan mencari istrinya.


Ibu dea yang baru dari dapur pun hanya mengulas senyum, lucu dengan sikap darandra yang punya harga diri tinggi.


"kamu sedang mencari apa ndra???"tanya bu dea yang membuat darandra terkejut. darandra hanya melihat ke arah bu dea tanpa mengeluarkan satu patah kata pun.


lia yang baru aja keluar dari kamar tamu, tidak sadar kalau darandra ada di depan kamarnya.


"Bu...aku mau ke depan dulu ya beli rujak...ibu mau nitip apa biar sekalian ke sana"lia melihat bu dea yang hanya tersenyum.


"ya udah aku berangkat dulu ya...Assalamualaikum"


lia pun keluar hanya membawa dompet tanpa membawa ponselnya. darandra mengerutkan dahinya, kenapa lia tidak mencarinya???kenapa lia yang marah padanya...


setelah lia keluar, darandra pun mengikutinya. lia membeli rujak dan.di makan di tempat.


"Lagi hamil ya neng, berapa bulan"????tanya tukang rujak memperhatikan lia yang sedang menikmati rujaknya.


"mau 7 bulan mang..."lia tersenyum di balik cadarnya.

__ADS_1


"oh..sendiri aja..gak sama suaminya"tanya nya lagi seolah ingin tahu.


"suami!!!oh lagi kerja mang..."


"kerja apa nyari sampingan ....biasanya kalau istri lagi hamil...suami nyari pelampiasan loh neng"


"biarkan aja mang...yang penting bawa duit banyak"lia tetap menikmati rujak nya walaupun ucapan tukang rujak membuatnya kesal.


darandra yang bersembunyi di dekat jalan pun merasa marah dengan ucapan tukang rujak tersebut yang menurutnya sangat tidak sopan.


setelah selesai lia pun membayar nya, "lain kali berusaha lah untuk tidak ingin Tahu urusan orang lain ya mang....jangan samakan suami saya dengan suami-suami yang lain..."lia menekan kata suami membuat darandra yang berada dekatnya hanya tersenyum.


lia meneruskan perjalanannya ke sebuah taman, lia duduk di kursi taman. ada seorang anak kecil perempuan usia 5 tahun yang menangis.


anak kecil itu mendekat ke arah lia yang sedang memegang air mineral.


"aku haus...bolehkah ibu memberikan minuman itu untuk ku"ucap anak kecil yang sangat pintar itu.


"oh boleh...ada yang masih baru nih...duduk di sini"lia menepuk kursi di sampingnya.


anak kecil itu pun minum air mineral yang diberikan oleh lia.

__ADS_1


"mama dan ayahnya dimana sayang???"


"ayah ada di rumah...mama aku udah di surga bu"jawabnya dengan nada yang sedih.


"namanya siapa cantik..kok sendiri aja...kenapa gak sama ayahnya???"


"nama aku Shila bu...aku ke sini sama tante aku...tapi kok tantenya hilang...aku gak tahu tante ada dimana ???"


"siapa nama tantenya sayang???"


"Tante Nara bu..."anak kecil yang bernama Shila pun menangis.


lia mengusap kepala Shila dan memberikannya buah semangka yang dibelinya tadi di tukang rujak.


darandra masih mengamati gerak gerik lia dan anak perempuan itu.


melihat Shila yang seperti kelaparan membuat lia terenyuh. "Kamu belum makan dari kapan???"tanya lia memastikan.


"tante nara membawa aku dari pagi tanpa sarapan bu.


Deg...air mata lia mengalir membasahi cadarnya. darandra tahu kalau lia menangis, dan itu membuat darandra seperti tertusuk ribuan jarum.

__ADS_1


__ADS_2