
Jam sembilan pagi, abah bahrud dan dahlan berpamitan ada urusan yang harus diselesaikan.
ponsel lia berdering, yaya memberikan kabar kalau astari di temukan sudah tidak bernyawa di dalam kamarnya, Astari dan seorang teman perempuan yang tidak dikenal oleh yaya, berbaring bersebelahan dengan mata keduanya melotot.
yaya yang hendak berpamitan pada Astari jadi terkejut dan hampir pingsan melihat kejadian ini, untungnya samsul segera menyusul.
lia menghela napasnya dengan kasar, di tatap nya wajah darandra yang masih tidur di sofa.
"Mas...mas Andra"lia menggoyangkan bahu darandra dengan pelan.
"Hmmmm"
"ada kabar buruk"
"apa???"kedua mata darandra masih terpejam.
"istrinya mas darlan di temukan meninggal di rumahnya"
darandra terduduk dengan kedua mata masih saja terpejam.kemudian membuka matanya dengan perlahan.
"Astari???siapa??
"mas kenal sama kak Astari???"
__ADS_1
"gak kenal...orangnya aja gak tahu yang mana"
"oh ya udah...mandi sekarang...air panas nya udah aku siapkan...habis itu kita sarapan dan takziah"
darandra menatap lia dengan mengukir senyum, "kamu mau ke sana sayang...yakin!!!"
lia menoleh sambil menatap aneh pada suaminya,"kenapa kok mas ngomong nya begitu???"
darandra menceritakan kejadian kemarin dan malam tadi, lia menutup kedua mulutnya yang memang sudah tertutup cadar.
"maksudnya mas...kalau sebenarnya dia ngincar aku gitu"
"mungkin"
"bisa jadi"
"kenapa harus dengan cara seperti itu sih!!!.kenapa dia gak ngomong aja mau ketemu sama aku...aku ceritakan dari A sampai dengan Z...akhirnya nyawanya kan yang jadi taruhan"
"takut kehilangan... sayang!!...kalau kamu bagaimana????kamu takut gak kehilangan aku????"
"serahkan ajalah sama Allah...kalau memang kita berjodoh...Allah pasti balikin kok ..kalau gak jodoh berarti...Allah sudah menyiapkan seseorang yang lebih baik dari kamu, mas....lagian sama janda anak satu..masa gak ada yang mau!!!hahahaha"lia tertawa melihat wajah darandra yang langsung cemberut dan pura-pura tertidur lagi.
darandra memikirkan ucapan lia barusan, memang benar kalau semua melibatkan Allah..Allah akan mempermudah segala urusan.
__ADS_1
darandra berdiri dari sofa mengikuti lia yang masuk ke dalam kamar.
lia sedang memakaikan baju liandra dengan pakaian warna putih sama dengan warna pakaian yang sedang di pakai oleh lia.
darandra masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
setelah selesai darandra memakai pakaian yang memang sudah disiapkan oleh lia. lia mendekat dan mengendus baju darandra di bagian dada, darandra pun menunduk dan mencium kening lia. lia hanya tersenyum.
"udah bisa modus ya istrinya mas"darandra menarik sudut bibirnya merasa gemas dengan tingkah laku lia yang selalu menggodanya.
"sekali-kali mah boleh kali ya mas...ya udah yuk..kita berangkat..."
lia, darandra dan bayi lian sudah siap berangkat, namun Ibu dea mencegah untuk pergi.
"jangan ke sana ndra...kamu kan baru saja sembuh"
"aku gak apa-apa bu...sudah lebih baik kok"
"kalian yakin mau ke sana...kalau begitu tinggalkan liandra biar sama ibu saja"
lia menyipitkan kedua matanya, lia curiga dengan ucapan ibu mertuanya itu.
"maaf bu..liandra tetap ikut dengan aku dan mas Andra...kami tidak mau merepotkan ibu...aku rasa ibu perlu istirahat bu..."lia menyampaikan isi hatinya melihat ibu dea yang sedang kurang sehat.
__ADS_1