
Satu bulan berlalu.....
darandra dan lia mengantar dahlan untuk. melamar lani di rumahnya. semua orang tampak bahagia, karena lani yang sangat mengidolakan dahlan pun akhirnya bisa menjadi bagian dari hidupnya dahlan.
ayah lani yang sudah renta hanya berpesan agar dahlan tidak membuat putrinya bersedih. dahlan yang diberikan amanah, darandra yang makin mempererat pelukannya pada lia.
semua orang yang melihat menggelengkan kepala nya, ibu dea hanya terdiam mendengarkan petuah dari orang tua.
ibu dea sebagai perwakilan orang tua dahlan karena dahlan sudah tidak mempunyai kedua orang tua, dalam hati bu dea sangat bersyukur ,dahlan selalu menganggapnya seorang ibu begitu juga dengan dandi.
akhirnya di tetapkan satu bulan lagi pernikahan dahlan dan lani yang akan dibuat persepsi mewah, lani ingin mengumumkan pada dunia bahwasanya dahlan sudah jadi suaminya.
"jangan terlalu dekat...setan lewat...perkara makin sulit"ibu dea menegur dahlan dan lani yang selalu menempel seperti surat dan perangko.
"iya bu"dahlan melepas tangan lani yang selalu merangkul lengannya. lani menjadi malu di tegur seperti itu.
__ADS_1
lia dan darandra yang berada dibelakang Ibu dea hanya mengulum senyum.
ibu dea pulang diantar oleh dandi sedangkan lia dan darandra menggunakan kendaraan lain, darandra membawa lia ke sebuah restoran miliknya.
lia hanya tercengang saat ada alunan sholawat yang menghiasi malam mereka, restoran tampak sepi, ada darandra dan lia saja beserta orang-orang yang bekerja di sana.
lia tersenyum melihat darandra yang menjadikannya ratu. semua keinginan lia selalu di turuti oleh darandra.
"Anak kita harus sehat sayang...makan yang bergizi..utamakan kualitas jangan kuantitas"darandra memberikan lia sepotong daging yang sudah matang.
"enak banget mas...tapi kok rasanya seperti aku kenal ya"lia menatap darandra yang tertunduk.
"itu resep masakan yang kamu buat dulu sayang...ingat gak...waktu itu kamu memasak daging ini di rumah kontrakan kamu...dandi dan dahlan sangat menyukainya...makanya aku buat masakan kami ini, menu paling termewah di semua restoran aku..."
"aku terharu mas...setiap yang berhubungan dengan aku..kami selalu mengingatnya...jangan mencintai aku sebesar ini..aku takut mas...aku takut...aku takut kehilangan kamu...aku takut aku tidak bisa berdiri di kaki aku sendiri saat aku kehilangan kamu nantinya"lia menunduk...air mata yang tadi menganak sungai akhirnya tumpah juga.
__ADS_1
darandra mendekat ,mengusap punggung lia.
"inshaallah..Allah akan selalu ada untuk kita sayang..Allah akan memanjangkan umur kita sampai kita punya cicit..."darandra berlutut di dekat lia dan mengusap perut istrinya yang sudah kelihatan.
"Mas...seperti nya anak kita suka sama usapan tangan kamu..."
"kan aku ayahnya...nak..aku darandra satya ...aku ayahmu..."darandra berbicara didepan perut lia membuat lia geli.
semua orang uang bekerja di sana ikut terharu melihat perhatian darandra terhadap istrinya.
"Sisakan untuk ku tuhan....satu laki-laki seperti pak Andra...galak diluar tapi lembut sama istrinya"ucap seorang perempuan yang bekerja di bagian resepsionis.
"sama saya mau gak???"dandi duduk di hadapan perempuan tadi yang setengah terkejut.
siapa yang tidak kenal dengan orang kepercayaan darandra satya, bahkan dandi terkenal lebih galak dari darandra sendiri.
__ADS_1