Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
7. waktu adalah uang


__ADS_3

Darlan terkejut mendengar laras memuji lia, apalagi lia tampak senang dengan kehadiran laras yang datang dengan keadaan menyedihkan.


"Tante lia...tante sudah punya pacar??"tanya laras menghidupkan suasana yang hening.


"loh kok laras nanya nya gak sopan gitu sih"yaya mengelus rambut laras.


"Maaf"laras menunduk malu.


setelah makan laras dan yaya masuk ke dalam kamar, sementara lia dan darlan sedang duduk di teras rumah.

__ADS_1


"tunggu aku mencerahkan istriku ya li"darlan menatap lekat pada wajah lia.


"kenapa harus bercerai mas, kamu sudah punya anak ....gak kasian kamu sama anakmu..."


"sudah tidak bisa dipertahankan lagi..terlalu banyak kebohongan yang dilakukan oleh istriku"


"kebohongan seperti apa???"


"kalau berdasarkan cerita mu...pertama...istri yang kamu ambil adalah perempuan dari keluarga yang menengah kebawah, wanita mana sih yang tidak tergiur ketika diberi uang yang banyak...mungkin ketika dia belum menikah denganmu, dia keluarga yang serba kekurangan, jadi ketika dia jadi istri mu...dia lepas semua bebannya...kedua...Istri mana yang tidak sakit hati, suaminya tidak memberikan dia kepercayaan dalam mengelola uang dalam rumah tangga, wajar kalau dia selalu berasumsi yang tidak-tidak pada yaya....mau sampai kapan kamu mengadu domba perasaan istri kamu dan yaya...dua-duanya perempuan...di tambah lagi laras...dalam hatinya dia masih membutuhkan figur seorang ibu yang ketika laras butuh ada ibu disampingnya..karena seorang ibu kandung tidak akan pernah bisa digantikan oleh orang lain"lia.menatap darlan yang seolah terpana akan ucapannya.

__ADS_1


yaya mendengarkan pembicaraan lia dan darlan dari belakang tirai.


yaya bingung karena dengan mudahnya darlan bercerita pada lia tentang masalah dalam keluarganya padahal darlan bukan orang tipe orang yang bis diajak bicara.


lia melihat bayangan yaya di belakang tirai hanya tersenyum.


"kalau boleh saran, biarkan yaya dan laras tinggal bersamaku dulu di sini, kamu selesaikan masalah dengan Istrimu mas...istrimu hanya butuh didengar...tidak lebih...jadilah suami yang pengertian...kalian butuh waktu berdua...adapun kebohongan istrimu karena tidak mau dicerai, aku rasa dia orang yang cerdas...dia masih ingin melanjutkan pernikahan kalian yang hampir karam...Ingat kamu yang mengejar istrimu terlebih dahulu, kamu lakukanlah hal apa yang membuat istrimu bahagia...seperti kamu yang mungkin mengucapkan kata-kata sayang. untuknya...atau mungkin mengirimkan bunga kesukaannya...makanan dan minumannya juga...bawalah istrimu ke tempat dimana kamu mengucapkan janji cinta kalian...ingat..wanita itu tergantung sikap suaminya...jika istrimu ingin terlihat sempurna..sempurna kan dulu dirimu...lemah lembut lah saat berbicara dengannya...tatap matanya...sentuh hatinya...jadikan dia satu-satunya perempuan yang ada di hatimu...selesaikan ke salah pahaman kalian...jangan pernah berprasangka buruk dulu...Selamat mencoba ya mas....ingat waktu adalah uang...fokuslah pada istrimu dulu...kembalikan waktu yang hilang berdua dengannya...."lia meninggalkan darlan yang terdiam.


setelah lia masuk ke dalam kamarnya, yaya menemui darlan yang masih duduk menatap langit yang bertaburkan bintang-bintang.

__ADS_1


"Kak..maaf...aku tadi gak sengaja dengar pembicaraan kakak dengan kak lia...apakah kakak merasa nyaman jika berada dekat dengan kak lia???sehingga kakak terlihat percaya padanya dan menceritakan semua masalah keluarga kakak padanya"yaya memandang darlan dengan penuh pertanyaan.


__ADS_2