Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
42


__ADS_3

Darandra bangun dari tempat duduknya, darandra menghampiri lia yang sedang asyik menerima telpon.


darandra menempelkan telinganya di ponsel lia membuat lia hanya mengulum senyum.


"tutup telponnya lani!!!..istriku mau tidur"sarkas darandra membuat lani hanya pasrah.


lia menatap darandra yang tampak lelah.lia memegang kening darandra dan mengelap Keringat yang membasahi wajahnya.


"sepertinya sayang aku lelah nih...kita pulang yuk"lia menatap lekat pada suaminya itu. darandra mengangkat alisnya dan mencoba menajamkan pendengaran nya. kalau tadi lia memanggilnya sayang.


"kamu ngomong apa tadi"darandra menatap lia yang sedang sibuk merapihkan tasnya.


"sama dokter lani"


"bukan!!! barusan ngomong sama aku"


"ngomong apa??


darandra mengerutkan alisnya, darandra tidak salah dengar kok tadi. lia memang memanggilnya sayang.


"Ucapan kamu yang terakhir"

__ADS_1


"kita pulang yuk"lia menoleh pada suaminya yang sedang kebingungan.


"bukan sebelum itu"ucap darandra lagi memegang lengan lia yang akan berjalan.


"sepertinya sayang aku lelah nih"


"kamu manggil aku sayang"darandra tampak berbinar, hatinya bahagia..baru kali ini lia mengatakan sayang padanya.


"iya..kenapa???"tanya lia bingung dengan sikap darandra...


darandra hanya mengangkat bahunya dan berjalan di depan sambil menggenggam tangan kanan lia.


Tiba di rumah, belum sampai kamar darandra sudah terjatuh, darandra tidak sadarkan diri.


dandi yang dari tadi mengikuti pun membawa tubuh darandra ke kamar.


"Kirim dokter ke sini???"dandi menelpon lani yang hampir mau tidur.


lani hanya mencebik dengan sikap angkuh dandi.


lani pun bergegas ke rumah darandra, darandra masih belum sadarkan diri. lia tampak lelah menyandarkan kepalanya di tepi tempat tidur sambil menggenggam tangan darandra.

__ADS_1


lani datang dengan dahlan, walaupun lani dokter kandungan tapi sudah di percaya menangani jika darandra dan Ibu dea yang sakit.


"li..suaminya harus di pasang infus ya..paling dua kolf aja...dan diberi vitamin biar segar...bagaimana???"


"iya kak di atur saja..yang penting mas Andra sehat kembali"


dokter lani pun memasang infus,setelah selesai lani menatap lia yang juga tampak lelah.


"lia bisa ganti cairan infus nya kalau sudah habis??"


"inshaa allah bisa kak...yang penting aku nya cuci tangan kan ya"


"lia..maaf ya...saya gak bisa bantu di sini...soalnya besok harus fitting baju dan buat foto sebelum pernikahan"lani menjelaskan pada lia merasa tidak.enak hati.


" ya kak...santai..kak lani ingat gak..waktu aku diminta kak lani jagain mas Andra tiga tahun lalu...saat mas Andra kena luka tembak...akhirnya aku yang gantiin verband nya tiap hari...walaupun mas Andra saat itu tahunya aku perawat yang diminta tolong oleh kak lani"


"eh...ini lia...lia adiknya mas dahlan...ya Ampun lia...kamu masih ingat aja...lagian malam-malam aku harus cari perawat dimana...untung ada kamu ya saat itu...walaupun aku tidak pernah tahu kalau si bos sedang mencari dirimu..."


"iya kak lucu ya...kak lani mendandani aku seperti perawat sungguhan...padahal aku deg-degan kak..takut ketahuan"


lani dan lia pun tertawa mengingat masa lalu keduanya yang memang sudah sangat dekat. dahlan dan dandi yang baru masuk bingung dengan kedua wanita yang bisa tertawa di depan darandra.

__ADS_1


__ADS_2