Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
23


__ADS_3

Malam telah tiba, dahlan datang tergesa mendengar dari tetangga kalau lia sudah pulang.


"Assalamualaikum lia"dahlan menggedor pintu dengan keras.


"waalaikum salam kak..berisik banget sih"jawab lia memandang dahlan dengan wajah bingung.


"kamu kemana aja sih li...aku punya kabar baik...mau dengar gak??"dahlan masuk dan langsung duduk di atas sofa sambil rebahan.


"kabar baik apa kak"


"ada orang dia butuh pengawal perempuan, gajinya 50 juta li...mau gak??"dahlan menaikkan kedua alisnya.


"jangankan 50 juta..gaji 100 juta pun..saya gak akan kasih"Darandra mendekat ke arah dahlan sambil memicingkan kedua matanya.


Glek...dahlan sukar menelan ludahnya...dahlan tidak tahu kalau mantan pimpinan tertinggi ada di tempat ini.


"eh bos...maaf..maaf"dahlan duduk dari rebahan nya.


"yaya aja kak...emang pengawal buat jaga apa??


dahlan baru sadar kalau lia ternyata sudah berhijab, dahlan seakan terhipnotis oleh wajah lia yang semakin cantik dan berbinar memakai hijab.

__ADS_1


"cantik..."ucapnya tanpa sadar membuat darandra berdehem dengan suara keras.


"buat menantunya bu dea...kata bu dea istrinya bos DS li??jawaban dahlan membuat lia dan Darandra saling menoleh.


"kenapa istri saya harus pake pengawal, lan"tanya DS bingung atas pemikiran ibunya itu.


"katanya istri bos itu orang yang lemah lembut,takut ada yang usil begitu"


darandra mengerutkan keningnya. darandra mengeluarkan ponsel dan menelpon ibunya.


"Assalamualaikum bu"


"waalaikumsalam ndra..ada apa??"


"iya lah...kenapa kamu kok tahu..sudah ketemu dahlan ya...hehehe..."


"maksudnya bagaimana bu??"


"ibu gak mau istri kamu itu di ganggu sama perempuan yang dulu dekat sama kamu itu, siapa namanya lia ya..iya lia...kalau menantu ibu yang cantik itu kenapa..kenapa bagaimana"


"ibu...menantu Ibu gak akan kenapa-kenapa...udah gak usah pake pengawal..."

__ADS_1


"ya udah..tapi kamu janji ya..kamu bakal terus jagain istri kani itu setiap detik..paham!!!"


"iya bu"


darandra menutup telpon dan memijat kepalanya perlahan.


darandra menghela napas dan menoleh pada dahlan serta lia yang sedang menunggu dirinya untuk berbicara.


"gak usah lan...jangan libatkan siapapun dalam urusanku...biarkan aku yang menjaga istriku"darandra mendekat dan memeluk bahu lia yang sedang tersenyum.


"lah bos..emang ibunya bos gak tahu..lia dan darliani itu orang yang sama..."


darandra menggeleng perlahan, "biarkan ini jadi rahasia kita saja.."


dahlan menganggukkan kepala dan pamitan pada keduanya.


"sebenarnya ibu nya mas itu belum pernah lihat aku ya sebelumnya...kok bisa-bisanya membenci orang hanya dari mendengar cerita saja"


"ibu gak suka sama perempuan yang menyerupai laki-laki li...ibu maunya punya aku punya istri yang seperti ibu, berhijab...mungkin dulu ibu nyuruh orang kali buat ngawasin kamu..pas...tahu kamu gak pake hijab..bisa bela diri juga...ya udah ibu makin gak suka"


"terus aku harus bagaimana mas"

__ADS_1


"jadilah darliani yang seperti dulu,kemarin dan sekarang...jadilah dirimu sendiri sayang, jangan takut untuk dibenci oleh ibu, kan ibu udah sayang sekali waktu lihat kamu di pondok pesantren As Shahih itu...biarkan waktu yang akan membuktikan pada ibu siapa kamu sebenarnya"darandra menatap lekat pada lia dan mencium keningnya sangat lama sekali membuat lia hanya mengerlingkan kedua matanya.


__ADS_2