Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
49


__ADS_3

darandra dipaksa untuk berlutut dibawah, namun lia dipersilahkan duduk di kursi yang ada di ruang tamu.


lia menatap pada darandra yang menunduk, entahlah lia bingung dengan situasi sekarang, kenapa darandra tampak tenang tidak ada satupun rona ketakutan atau kekhawatiran di wajahnya.


"Hahahahahah"terdengar seseorang tertawa menggelegar di ruang tamu, seorang laki-laki berwajah tampan seperti orang turki, wajahnya di penuhi kumis dan jenggot halus, badannya menjulang tinggi.


"Apa kabar Darandra satya???"tanyanya sinis, lelaki itu menatap darandra dengan penuh amarah, di tendang nya darandra sampai jatuh tersungkur.


Deg...lia berdiri tidak terima suaminya diperlakukan seperti itu.


"Hei"lia berteriak kedua tangannya mengepal, lia lupa kalau dirinya sedang hamil. bayi yang ada di dalam kandungan lia bergerak, sehingga lia sedikit meringis.

__ADS_1


orang itu kembali tertawa membuat lia merasa aneh.


"Lihat darandra satya...hanya istrimu yang membelamu...mana teman-temanmu yang kamu banggakan itu...kamu tahu, kenapa dandi tidak membantu mu karena dia ada di pihak ku sekarang,"ucap orang itu dengan nada sombongnya.


darandra satya tetap terdiam, tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkan nya kini, dandi datang bersama dinara, saat mata dandi bertatapan dengan lia, dandi segera mengalihkan ke tempat lain.


"Ayo dandi...aku ingin lihat apa benar kamu ada dia pihak ku sekarang, aku ingin melihat mantan bos mu itu meregang nyawa"lanjut orang itu mendelik.


entah ada kekuatan dari mana, dari belakang tubuh lia terhempas kan, kursi yang ada di belakangnya terjungkal, orang-orang seakan terkena magnet, tubuh nya menempel semua ke dinding, pistol yang di pegang melayang dan berkumpul di dekat kaki lia.


namun tubuh laki-laki itu sama sekali tidak bergeming, lia mendekat dan membangunkan suaminya itu.

__ADS_1


lia menatap tajam di balik cadarnya pada laki-laki yang sedang menatapnya.


"Wow...inikah istri pilihan mu darandra...haruskah istrimu juga mati seperti istriku yang mati di tanganmu"wajahnya merah menahan amarah.


"Aku tidak pernah membunuh perempuan, karena aku lahir dari seorang perempuan, siapa orang yang sudah melaporkan hal bodoh itu padamu rendra"ucap darandra setelah berdiri.


"jangan panggil namaku seperti itu bajingan"laki-laki yang bernama rendra itu menodongkan senjatanya pada darandra.


"Tembak lah jika kamu ingin membunuhku, menjelaskannya pun percuma kalau hati dan pikiranmu sudah buta akan kebenaran...aku tegaskan kembali, aku tidak pernah membunuh perempuan!!!!...3 tahun yang lalu, perempuan yang kamu bilang, istrimu datang padaku,.menggodaku...dia menginginkan darandra satya menjadi miliknya, tapi dia lupa siapa darandra satya!!!!....aku tidak pernah tergoda pada perempuan manapun selain perempuan yang sekarang jadi istriku, apakah persahabatan kita hancur hanya karena ke salah paham an seperti ini rendra!!!!buka hati kamu...lihat buktinya...semua sudah aku kirimkan padamu di saat perempuan mu di makamkan"darandra menatap tajam pada rendra sahabatnya itu.


rendra mengerutkan alisnya, karena rasa dendam sudah menguasainya , rendra jadi tidak berfikir jernih, rendra menatap dinara yang tertunduk lesu.

__ADS_1


"Dinara!!!!!!!"teriak rendra membuat siapa saja yang mendengarnya pasti kesakitan.


rendra mendekat dan mencekik leher dinara, dandi tidak mampu membela istrinya itu.


__ADS_2