
wajah dinara memerah kehilangan oksigen, rendra melepaskan tangannya dengan kesal, dinara pun terbatuk -batuk.
"Apa aku salah kalau aku mencintai kamu mas rendra...aku tidak terima kamu lebih memilih perempuan yang tidak pernah menghargai mu sebagai suaminya, perempuan itu jahat mas..jahat!!!!kamu yang terlalu mencintainya...sehingga kamu tidak pernah melihat banyak kesalahan yang sudah dia buat, kalau saja kamu tahu kalau Shila bukanlah darah daging mu, Shila lahir ke dunia ini karena hasil perselingkuhan nya dengan dandi yang sekarang suami ku"
ucapan dinara membuat dandi melotot, sejak kapan dia bermain perempuan, menyentuh pun tidak pernah, dan dia hanya bermain aman dengan semua perempuan yang di sewanya hanya sebagai penghibur saja tidak lebih.
darandra tersenyum , sangat tipis sekali...darandra sangat tahu, kalau dandi dan dahlan tidak akan pernah berbuat hal yang tercela.
rendra menghela napasnya, rendra tahu siapa dandi???dandi adalah orang kepercayaan darandra, tidak mungkin dandi adalah ayah biologis dari Shila.
wajah rendra merah menahan kesal, Shila adalah putri kecilnya, tidak ada yang boleh membawa Shila dari hidupnya.
rendra tidak terima kalau dinara mengatakan kalau Shila bukan darah dagingnya, rendra menembak dinara namun di cegah oleh lia. lia menggunakan kekuatan nya yang tinggal sedikit.
darandra memeluk lia yang hampir terjatuh.
__ADS_1
"cukup sayang...dua kali kamu mau membahayakan dirimu dan bayi kita..."darandra berbisik di telinga lia yang hampir pingsan.
melihat darandra yang begitu mencintai lia, ada perasaan menyesal pada diri rendra, rendra tidak pernah memperlakukan istrinya dengan baik.
rendra hanya terdiam saat darandra merangkul tubuh lia saat melewatinya.
setelah darandra dan lia pergi, kekuatan yang menahan pengawal dan dandi pun sirna, rendra meninggalkan ruang tamu dengan perasaan yang tak biasa.
rendra telah kalah, rendra tidak pernah menang melawan darandra. rendra masuk ke dalam kamar Shila dan memeluk Shila, saat melihat dirinya di kaca, rendra merasa harus ada yang diubah.
Dua bulan berlalu, lia merasakan sakit yang luar biasa nikmatnya, rasa nyeri dan panas menjalar dari punggung ke bagian bawahnya.
"Mas Andra!!!!"lia berteriak memanggil suami yang sedang berada di dapur.
darandra yang mendengar teriakan lia lu. segera berlari menghampiri sumber suara.
__ADS_1
"kenapa sayang???"tanyanya ikut panik melihat lia yang sedang mengusap punggungnya sendiri.
"sakit mas"lia menatap suaminya yang salah tingkah
"mau melahirkan ya sayang...ayo kita ke rumah sakit"darandra membantu mengusap punggung lia yang masih terasa sakit
"iya...boleh minta tolong...bawa tas yang berisi perlengkapan bayi ke mobil"lia tampak meringis menahan nyeri.
darandra secepat kilat memindahkan tas ke dalam mobil.
lia mengikuti darandra ke dalam mobil dan duduk di depan.
darandra tidak sadar kalau hanya menggunakan sarung dan kaos berwarna putih.
"Mas..ganti dulu...masa iya ke rumah sakit pake sarung begitu"lia mengingatkan darandra yang ikut panik.
__ADS_1
"Hah...masya Allah...tunggu mas ya sayang...darandra pun turun lagi dan bergegas ke dalam rumah untuk mengganti sarungnya dengan celana hitam andalannya.
Tiba di rumah sakit, lia dibawa ke ruang bersalin, untungnya lani sudah berada di sana walaupun sedang hamil juga.