
Darandra mendekat dan memegang bahu lia. lia menoleh dan melihat darandra tersenyum padanya.
"kita ke DS restoran aja sayang"darandra menatap lia yang hanya mengangguk. darandra menggendong Shila yang hanya melongo melihatnya.
"om tampan...di kamar ayah...banyak foto nya om" Shila masih menatap wajah darandra.
"siapa nama ayahmu...cantik"tanya darandra tersenyum.
"Direndra..."jawaban gadis cantik itu membuat darandra tersenyum tipis.
darandra merangkul bahu lia saat berjalan, keduanya bagaikan sebuah keluarga yang utuh dan sempurna.
Tiba di restoran DS....lia hanya terdiam saat darandra memintanya untuk tetap di tempat, darandra memesan semua makanan istimewa di tempat ini dengan sumringah.
lia hanya mencebik, makanan istimewa darandra adalah makanan kesukaannya, dan yang membuat lia cemberut adalah makanan ini adalah makanan yang dia buat bersama dahlan dulu.
"wah enak makanannya bu..."ucap anak itu saat di suapin oleh lia.
"iya dong cantik...semua makanan ini di buat oleh koki dari dunia...dan resep masakannya dari seseorang yang tidak pernah tergantikan oleh siapapun" darandra tang menjawab sambil menatap lembut pada lia yang sedang fokus menyuapi Shila.
__ADS_1
"oh ya bu...ibu dan om ini siapa???"
"ibu cantik ini..adalah istrinya om..."darandra berbangga diri.
"oh...istrinya om...tadinya aku pikir..aku akan bahagia jika mempunyai ibu seperti ini...aku ingin ibu ini menikah sama ayah aku"jawab Shila membuat darandra melotot. sementara lia hanya tersenyum meledek.
"enak aja...ini istri om dunia akhirat ya Shila"darandra berusaha dekat dengan Shila yang ramah.
"om...om kenal ayah aku???"tanyanya penuh selidik.
"Direndra praylebanon"jawab darandra dengan tegas.
"iya om...mau kah om bertemu dengan ayah aku"lanjut gadis cantik dan ceriwis itu.
setelah makan, darandra meminta ke pada pegawainya untuk mengeluarkan mobil yang ada di garasi restoran.
Mobil sudah ada di depan restoran, darandra mengambil alih kemudinya.
Shila duduk di belakang bersama lia, darandra menoleh ternyata Shila sudah tertidur pulas di pangkuan lia.
__ADS_1
" Sabar ya sayang...setelah mengantarkan Shila ke rumah istirahat"
lia mengangguk perlahan.
Darandra membawa Shila ke sebuah rumah mewah, dengan desain Eropa kuno. lia yakin kalau darandra dan ayah gadis ini sangat mengenal satu sama lain.
lia melihat sekilas ada dinara, sedang mengawasinya. lia merasa dinara memakai anak gadis kecil ini sebagai umpan. dan darandra juga cukup tahu permainannya ini.
lia mengelus perutnya yang buncit, "seperti nya kita akan menguras keringat sayang"
daramdra berhenti tepat di depan pintu utama, ada dua pengawal yang melihat ke dalam mobil.
"non Shila..."ucap pengawal tersebut membuka pintu mobil dan mengangkat Shila untuk dipindah.
Shila tampak tertidur pulas tak terganggu dengan cara para pengawal yang membawa tubuhnya itu.
saat darandra akan menekan gas, sebuah pistol sudah menempel di belakang kepalanya.
dinara menodongkan pistol dan meminta keduanya untuk turun. darandra berjalan lebih dulu, baru lia menyusul.
__ADS_1
darandra sudah disambut oleh seorang laki-laki yang usianya tidak jauh beda dengan darandra. bedanya laki-laki itu tampak tidak terurus dengan kumis dan jenggot tipis yang ada di wajahnya.
darandra melirik dengan ekor matanya, darandra akan melakukan pergerakan jika lia disakiti.