Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
53


__ADS_3

ibu dea mengajak ibunya lia keluar dari kamar disusul oleh abah bahrud dan istri juga ayahnya lia.


lia dan darandra hanya menundukkan kepala saat semua orang sudah pamitan.


baru saja darandra akan mencium lia, yaya dan samsul datang tanpa mnegetuk pintu.


"ih kakak..yaya kangen"yaya merentangkan kedua tangannya membuat darandra menyingkir.


"Mau nikah ya kalian berdua"tanya darandra ke samsul yang hanya tersenyum.


yaya mengeluarkan sebuah surat undangan, membuat lia tersenyum.


"Pas banget waktunya ini ya...dua bulan lagi..."ucap lia menatap yaya yang sedang duduk di depannya itu.


"iya..kata bang darlan tunggu kakak pulih dari masa nifas"


jawaban dari yaya membuat darandra tersedak.


"Minum bos"samsul memberikan air mineral pada darandra yang tidak senang mendengar darlan masih memberikan perhatian pada istrinya itu.

__ADS_1


"kenapa harus nunggu dua bulan..sekarang juga bisa kok saya nikah kan kalian berdua"


"Santai bos..udah jadi bapak...gak usah ngegas mulu..ntar anaknya jantungan"samsul mengelus dada darandra yang naik turun.


lia hanya menggaruk wajahnya yang tidak gatal, yaya yang tidak tahu apa-apa hanya melongo.


"sayang...mas pergi sebentar ya dengan samsul"


"iya mas...gak apa-apa ada yaya kok"


"jadi menurut kau yaya lebih penting daripada mas"


"bukan begitu...mas tetap jadi yang kedua kok"


"bukankah yang paling utama adalah Allah mas"lia menatap darandra dengan lembut.


"baiklah kalau itu mas setuju...mas tinggal dulu ya..."darandra mencium kening lia sekilas dan pergi bersama samsul, namun sebelum pergi darandra mengunci lia dan yaya dari luar membuat yaya hanya mendelik.


"Kak..apakah kak lia bahagia??"tanya yaya menatap penuh harap pada lia.

__ADS_1


"Kenapa kamu bertanya seperti itu ya"


"soalnya kok aku gak nyaman ya..kalau dekat dengan pak DS...terlalu over dan posesif."yaya berkata seperti berbisik.


lia hanya tertawa melihat yaya yang sangat sayang padanya.


"kak..aku mau nanya boleh ya??"


"nanya apa ya"lia menghela napasnya


"emang nya kak lia dan kak darlan pernah menikah???kapan kak???"


"pernah...waktu malam idul fitri dua tahun lalu, kami bercerai satu minggu setelah menikah karena kak darlan sudah menikah dan mempunyai anak satu..dan dimalam kami bercerai...kita bertemu kan di bis arah bandung"


"kalau misalkan waktu itu kak darlan masih sendiri, kak lia mau???"


"ini mah kalau misalkan ya..."lia celingukan kalau darandra mendengar semua percakapan mereka,"mau lah...kakakmu itu kan tampan...hehehhehe"lia berbisik kemudian menutup wajahnya karena malu.


lia dan yaya pun tertawa, yaya sangat bersyukur mempunyai kakak perempuan seperti lia yang bisa diajak bercanda dan serius.

__ADS_1


"Tapi semua sudah jalan takdir ya...walaupun kakak tidak berjodoh lama dengan kakak mu tapi Allah sudah menggantinya dengan yang lebih baik....pak DS memang over dan posesif tapi dibalik semua itu, dia menginginkan yang terbaik buat kakak dan anaknya...itu bukti bahwa pak DS memang sangat mencintai kakak..."


"iya kak..mungkin kalau kakak jadi istrinya kak darlan..kakak akan banyak menangis...karena kak darlan itu orang yang tidak pernah peduli dengan orang lain...sifatnya keras...kalau saja kak Astari rasa cintanya hanya seujung kuku mungkin sudah lama kak darlan ditinggal kan..."


__ADS_2