Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
26


__ADS_3

Semua orang yang hadir disana tampak kagum dengan lia, walaupun bercadar lia mampu mengimbangi lawan-lawannya.


sang asisten menatap lekat ke arah lia yang sedang membersihkan pakaiannya yang terkena minuman.


"Bos...itu istri bos...sepertinya gerakan bela diri nya tidak asing....kenapa bisa sama dengan gerakan dahlan ya"


"udah jangan kebanyakan.mikir...ayo waktu kita tidak banyak...hari ini mereka bermain curang...besok atau lusa kamu harus periksa siapa lawan bisnis kita"


"baik bos"


ketiganya meninggalkan ruangan yang sudah tidak karuan bentuknya.


Asisten darandra yang bernama Dandi hanya mengikuti kemana kaki bosnya itu melangkah..walaupun dandi masih penasaran sosok di balik cadar tersebut.


dandi merasa kalau wajah dibalik cadar ini tidak asing untuknya, kalau misalkan lia yang berada didepannya itu adalah adik angkatnya dahlan, tidak mungkin lia tidak menyapanya lebih dulu.


darandra menoleh kebelakang memperhatikan dandi yang sedang memantau istrinya.


"Dan...duluan ke mobil..saya dan istri mau pesan makan dulu"


"jangan lupa bos...bungkusin ya"

__ADS_1


"hemh"


darandra dan dandi pun berpisah, darandra menggenggam tangan lia dengan lembut.


darandra meminta lia untuk memesankan makanan mereka bertiga, lia yang tidak keberatan pun langsung pergi memesan makan di kasir.


di samping lia sudah berdiri seorang perempuan dan laki-laki yang sedang berpelukan.


ternyata darlan dan Astari,dalam hati lia mengucapkan syukur karena keduanya sudah rukun kembali.


lia menahan diri untuk tidak membuka identitasnya, lia pikir dengan lia menyembunyikan identitasnya yang dulu akan aman baginya.


darandra masih mengawasi lia dan kedua sejoli yang sedang di sampingnya.


setelah memesan 3 bungkus pecel bebek, lia duduk di samping darandra.


darlan melihat lia bersama darandra hanya memicingkan matanya, dalam hati darlan bertanya "siapa perempuan yang sedang bersama DS tersebut".


kedua bola mata darlan membulat saat darandra mengecup kedua tangan lia. darlan mendekat dan memukul wajah Darandra, namun darandra mampu menahan pukulan darlan tersebut.


"Kurang ajar kau DS...dimana lia..kenapa kamu tidak bersama lia??"tanyanya dengan napas tidak beraturan.

__ADS_1


darandra hanya mengulum senyum.


"Apa peduli mu darlan...dimana lia...lia siapa???jangan kamu mengucapkan nama wanita lain saat aku bersama dengan istriku"sarkas darandra.


"kurang ajar"darlan menarik tangannya.


darlan berlalu dengan Astari yang tidak tahu apapun.


darandra tertawa keras, entah apa yang sedang di tertawa kan nya, lia hanya terdiam.


lia mengambil.pecel bebek di kasir dan mengikuti langkah Darandra keluar.


darandra memberikan satu bungkus pecel bebek ke dandi Yanng dari tadi sudah. menunggunya.


"aromanya semerbak euy...tahu aja si bos kalau pecel bebek yang sangat mengerti perasaanku saat ini" dandi melirik ke arah wanita bercadar yang hanya memalingkan wajahnya itu.


darandra menepuk bahu dandi agar bisa langsung berangkat.


"lihat kaca spion lagi...saya tusuk kedua mata kamu"sarkas darandra merasa cemburu dengan sikap dandi yang terus melirik pada istrinya.


dandi yang merasa akhirnya hanya fokus pada jalanan yang sedang dilewati.

__ADS_1


Tiba di Villa, darandra meninggalkan lia yang masih berada di dalam mobil.


lia hanya menghela nafasnya , lia harus memahami sikap darandra jika sedang seperti itu.


__ADS_2