
Dandi hanya meringis melihat lani yang mulai kesal.
"huh...gak profesional...jadi dokter sih ngambekan..malu sama umur"ucapan dandi membuat lani kesal dan memukul bahunya.
"sakit lan...sakit..suerr deh...sakitnya double"dandi meringis sambil melihat darandra yang hanya diam menatap lia yang sedang mengobatinya.
"hah kok bisa sakitnya double..maksudnya bagaimana bang"lani menoleh pada dahlan yang sedang makan dengan lahapnya.
dahlan dengan mudahnya hanya mengangkat bahunya tanpa berbicara apapun.
Lia yang sudah selesai membalut tangan darandra duduk manis di samping dahlan dan makan dari sendok yang sama dengan dahlan.
melihat itu darandra mengepalkan kedua tangannya, wajahnya menegang...kalau saja bukan dahlan yang sedang bersama istrinya, mungkin sudah lain ceritanya.
__ADS_1
Lani melongo tidak percaya, melihat keakraban dahlan dan istri darandra, lani pun menunduk, ada kilatan rasa cemburu di kedua matanya, hatinya sakit melihat dahlan bersama perempuan lain.
lia tersenyum puas, lia tahu lani sangat mencintai kakaknya itu, lia menyenggol lengan dahlan yang sedang memegang piring.
"Apa sih!!!!gak jelas"dahlan melirik pada lia yang hanya mesem-mesem.
"ayam betina cemburu berat tuh"lia memajukan dagunya yang tertutup cadar.
"ayam betina....ayam jago noh urusin"dahlan menatap lurus ke depannya.
"pamali li...dosa besar!!!jangan sampai kamu melakukan kekerasan pada suami...surga istri itu ada pada suaminya"
"suami yang Seperti apa dulu kak...kan kakak tahu..siapa yang memulai"
__ADS_1
"mulai deh keras kepalanya...kalau udah nikah mah..ego nya di turunin...sabarnya di banyakin...sabar itu gak ada batasnya..Allah aja maha pengasih lagi maha penyayang li...ingat gak ceritanya fir'aun....kalau saja fir'aun meminta ampun pada Allah dan Allah mengampuninya....maka tidak akan ada cerita fir'aun...Malaikat Jibril aja yang langsung memasukkan pasir ke dalam mulut fir'aun biar fir'aun gak bisa mohon ampun pada Allah"
"maksudnya suami aku fir'aun gitu"lia sengaja mengeraskan suaranya agar darandra mendengar dengan jelas
"iya kali"dahlan berdiri meninggalkan lia yang hanya mendelik.
setelah kembali dari dapur, dahlan mengambil rokok dan memasukkannya ke dalam mulut.saat akan menyalakan api darandra berteriak.
"Kalau mau merokok diluar!!!"
tanpa rasa bersalah dahlan berdiri dan keluar sambil menarik lengan dandi yang hanya melongo.
lani yang hanya menjadi penonton bingung dengan situasi yang sedang terjadi ini, kenapa dahlan terlihat cuek dari biasanya.
__ADS_1
darandra menarik lengan lia, dan membawanya ke dalam kamar tamu. darandra berlutut di depan lia yang sudah duduk di tepi tempat tidur.
"aku minta maaf ya sayang...bukan begitu jalan ceritanya...maafkan atas kebodohan aku waktu itu...aku hanya ingin tahu seberapa besar kamu menyimpan cinta untuk darandra satya...apakah aku sanggup jika kita tidak berjodoh dan Allah memilihkan laki-laki lain untukmu...ternyata aku tidak sanggup sayang..melihat kamu dekat dan satu kamar saja , rasanya aku ingin melempar granat ke dalam kamarmu, biarlah kamu hanya dekat dengan Allah daripada dekat dengan laki-laki manapun di dunia ini...Aku atas nama darandra satya meminta maaf dengan seluruh jiwa dan raga yang aku miliki...tolong maafkan aku ya sayang"