Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
18


__ADS_3

"Nak lia..."abah bahrud berdehem, namun lia masih terbawa suasana.


Ibu Asiyah menepuk bahu lia sehingga membuat lia terkejut.


"ya bu"ucapnya sambil tersenyum


" apa nak lia ada rencana menikah lagi???"tanya abah bahrud


"kenapa bah..apa wajah saya mengatakan sesuatu bah"


"nak lia tertarik dengan si pelantun ayat suci tadi"


"iya bah...suaranya merdu...saya serasa sedang di senandung"lia menjawab dengan malu.


abah bahrud tertawa sehingga terlihat semua giginya, ibu Asiyah bahagia bisa melihat suaminya tertawa lagi setelah sekian purnama.


"maukah taaruf dengan nya"tanya abah bahrud lagi.


"hah..taaruf...tapi saya sedang menunggu seseorang untuk datang melamar saya bah...tapi sudah 5 bulan ini, saya kehilangan kabar dari nya..bagaimana ya???"

__ADS_1


"bukankah jodoh, maut dan rizki itu sudah takdir Allah, kenapa harus menunggu yang tidak pasti, kalau yang pasti saja sudah ada di depan mata"


"emangnya laki-laki itu mau sama saya bah"lia menatap abah bahrud yang sedang minum teh nya.


abah bahrud dan ibu Asiyah tersenyum.


setelah sholat magrib, lia mengaji di dalam kamarnya, ibu Asiyah yang mendengar begitu takjub pada lia, ternyata selama ini lia mampu menyembunyikan keahliannya itu.


setiap kalam ilahi yang dibaca oleh lia, seakan sampai ke hati orang yang mendengarnya.


"subhanallah...nak lia...kamu sangat rendah hati...begitu banyak Allah menitipkan semua hal padamu namun kamu selalu tawadhu"ucap Ibu asiyah berdecak kagum.


"Assalamualaikum bu...kenapa ibu di sini???"


"waalaikum salam abah...bah...saya bahagia mempunya nak lia, abah dengarkan nak lia mengaji...sangat fasih dan merdu...apakah kita jalankan saja taaruf antara nak darandra dan lia yah"


"iya bu..kita cari waktu yang tepat untuk mempertemukan mereka...tapi bukankah nak lia dan darandra punya orang tua...apakah kita tidak melangkahi mereka jika kita membuat rencana taaruf dulu"abah bahrud menatap istrinya yang sedang berfikir.


Waktu semakin berlalu, meskipun darandra sering mengantar abah bahrud dan istrinya tapi darandra belum pernah bertemu dengan lia, begitu juga dengan lia.

__ADS_1


abah bahrud menerima tamu dari orang tua darandra.


"Assalamualaikum abah"ucap seorang wanita yang tak lain adalah ibunya darandra.


"waalaikum salam bu dea...silahkan masuk"jawab bu Asiyah.


setelah dipersilahkan duduk, bu dea hanya menatap ke arah darandra.


"ndra...ibu dapat kabar dari abah bahrud...kalau kamu akan di taaruf dengan seseorang apakah benar??"


"saya juga kurang tahu bu..malah saya tidak tahu menahu mengenai hal tersebut"


"Begini bu dea...nak darandra....kami mempunyai putri angkat...putri kami sangat mengagumi suara darandra saat melantunkan ayat suci Al Qur'an, makanya kami ingin nak darandra menerima putri angkat kami tersebut"abah menatap lekat ada darandra yang tertunduk.


"Mohon maaf abah...tapi saya sudah berjanji pada seseorang...saya akan menikahinya saat malam idul fitri nanti"


"cukup ndra...ibu gak suka ya..kamu menikah dengan seorang janda...nikahnya aja di grebeg begitu, perempuan apaan seperti itu...lebih baik kamu terima taaruf dari abah bahrud saja"Ibu dea mendelik dengan angkuh.


"oh ya bu...putri kami juga seorang janda...tapi memang belum punya anak...bagaimana???"

__ADS_1


__ADS_2