Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
24


__ADS_3

Malam itu, darandra membawa lia ke rumah ibunya, meski lia tidak nyaman tapi lia harus berusaha meyakinkan ibu mertuanya itu.


Tiba di rumah, darandra mengerutkan dahinya, di rumahnya sangat ramai tidak seperti biasanya.


"Assalamualaikum "darandra mengucapkan salam sambil mengedarkan pandangannya ke semua tempat.


"waalaikum salam" jawab semua orang yang berada di dalam ruang tamu tersebut.


"eh ndra...istrimu bercadar ya...kata ibu kamu wajahnya cantik ya...lihat dong"ucap salah satu kerabat darandra.


"mohon maaf...wajah istri ku hanya milik ku seorang, wajahnya adalah aurat baginya...tidak diperkenankan bagi orang lain yang bukan muhrim untuk melihatnya"jawaban darandra sarkas membuat semuanya terdiam.


lia mencium tangan ibu mertuanya itu yang selalu tersenyum bahagia.


"sayang..lelah ya...langsung istirahat saja ya..."ucapnya membuat lia mengangkat kedua alisnya dan menganggukkan kepala.


"tuh kan apa ku bilang..menantu aku sopan kan...gak ada yang mengalahkan sopan santun menantu ku itu" ibu dea sangat bangga mempunyai menantu seperti lia.

__ADS_1


lia dan darandra hanya saling tatap kemudian masuk ke dalam kamar.


darandra duduk di tepi tempat tidur begitu juga lia.


"sayang..besok aku ada proyek di luar kota selama satu minggu...maaf...apakah kamu tidak keberatan aku tinggalkan bersama ibu di dalam keluarga ini"


"lah memangnya kenapa dengan keluarga ini mas"tanya lia merasa heran dengan sikap darandra.


"besok kamu akan tahu semua tapi tolong jangan terbawa emosi sesaat, pikirkan baik-baik jika akan melakukan sesuatu, kecuali jika mereka menginjak harga diri kamu sebagai perempuan"


"ya sudahlah mas..bagaimana besok saja...yang penting aku nunggu kamu di sini selama satu minggu kan"


darandra mengecup kepala lia yang sudah tertidur di lengannya.


Pagi menjelang, semua orang ikut sarapan di meja makan ukuran 5 M x 3M...lia menghitung di meja makan ini ada 10-12 orang yang terdiri dari 6 laki-laki dan 6 perempuan termasuk dirinya dan suami.


yang menggunakan hijab hanya lia dan ibu dea, sedangkan yang lain jangan ditanya , baju atasan dengan kerah sangat rendah sekali, sampai terlihat sesuatu di dalam sana apalagi kalau sengaja menundukkan, bisa terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

__ADS_1


semua laki-laki yang ada di sana tampaknya sudah terbiasa dengan pemandangan tersebut, buat lia itu adalah hal yang sangat risih, ia menundukkan wajahnya dan hanya fokus pada piring yang ada didepannya.


darandra menggenggam tangan lia dibawah meja, membuat lia merasa kuat dan bersemangat.


"eh ndra...ganti selera sekarang..dulu sering bawa yang seksi dan aduhai"ucap salah satu laki-laki yang duduknya paling jauh dari darandra.


darandra hanya terdiam, darandra berusaha menahan diri agar tidak timbul perkelahian.


setelah makan, lia mengantar darandra ke teras rumah, darandra mencium kening dan pipi lia dengan khidmat, di tatapnya wajah lia yang sedang memakai cadar.


"apapun yang terjadi, pertahankan cadarnya ya sayang..mas gak rela kalau wajah istri mas dilihat oleh orang lain"


"inshaa Allah mas..."


darandra sudah pergi dengan mobilnya, sebuah tangan menempel di bahu lia, lia berbalik dan menekan pergelangan tangan orang tersebut.


"wow..."ucap laki-laki tadi yang memegang dengan sengaja bahu lia.

__ADS_1


"apa tangan anda sudah tidak terpakai lagi!!!"


__ADS_2