Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
14


__ADS_3

Setelah pertemuan itu, DS mencari guru agama yang bisa membimbingnya ke arah yang lebih baik, DS ingin hidup tenang dan damai bersama lia serta anak-anaknya kelak.


sementara itu lia dan yaya mengikuti turnamen selama 3 bulan di daerah Jakarta, hejo juga ada menemani keduanya.


Dahlan yang sudah lebih dulu berangkat menyambut ketiganya dengan bangga.


dahlan mendekat dan memegang bahu hejo.


"sul...makasih ya udah jagain adik aku yang manis ini"ucap dahlan menoleh pada lia yang hanya melirik.


"ya sama-sama"samsul alias hejo menarik dahlan menjauh dari lia dan yaya.


"Gawat lan...gawat...DS menemui lia lagi..."


"DS yang sekarang bukan DS si pembunuh berdarah dingin lagi sul...hatinya sudah terpaut oleh kebaikan lia...dan sekarang DS sedang ada di sebuah pondok pesantren..dia sedang belajar untuk memantaskan diri untuk lia..."


"bagaimana kamu bisa tahu lan???"tanya hejo kaget sekaligus bingung.


"ingat dulu kita ini adalah bagian dari DS...aku dan kamu adalah kaki tangannya...kita keluar dari sana karena kita sudah insyaf juga kan gara-gara lia yang menangis kejer saat itu"dahlan tampak tersenyum mengenang bagaimana lia dulu mampu menyeretnya dari dunia hitam.


"Lia kecil yang dulu sangat polos sekarang jadi garang begitu ya lan"

__ADS_1


"ya...tapi kita selalu mengandalkannya bukan..heheheh"dahlan dan hejo tertawa.


yaya menatap lekat pada lia yang sedang pemanasan.


"kak..semangat ya"yaya mengepalkan tangannya ke depan lia yang hanya melirik.


Lia dan lawan mainnya bermain dengan seimbang, namun di detik terakhir tendangan dari kaki kanan lia mampu mendarat di leher lawan mainnya sampai tidak berkutik.


lia menghela napas dan membungkukkan badannya.


dahlan dan hejo bertepuk tangan dengan sangat tak biasa. dahlan paham bahwa hati lia sedang tidak baik-baik saja.


pikiran lia sedang bercabang, lia menunduk dan menghembuskannya perlahan.


"ini kak..minum dulu"yaya memberikan minuman pada lia dan menenggaknya sekaligus.


yaya terkejut dengan lia yang seperti itu. yaya tidak pernah melihat pribadi lia yang seperti tadi. lia tampak menhan segala amarah dalam dirinya.


lia "masih memikirkan ucapan DS waktu itu.


lia belum paham maksud dari perkataan DS.

__ADS_1


"Kak dahlan"lia memanggil dahlan dengan stengah berteriak.


dahlan melambaikan tangan dan segera menghampirinya.


"kenapa neng..mukanya sewot amat"


"kak..aku mau nanya sesuatu tentang DS"lia menatap tajam pada dahlan yang menoleh pada hejo alias samsul.


"nanti aja ya neng..kita fokus ke turnamen dulu...tinggal satu babak lagi"dahlan memegang kedua bahu lia.


"baiklah...aku akan memenangkannya untuk perguruan kita..tapi kakak harus janji...akan menjawab semua pertanyaan ku tanpa terlewat"lia menatap dahlan dan melirik ke arah hejo yang sedang menelan ludah.


lia menarik yaya dan meninggalkan dahlan untuk berganti pakaian.


yaya yang ditarik pun hanya mengikuti kemana kaki lia melangkah.


yaya menarik tangannya dan membuat lia menoleh.


"kenapa ya...buruan kita masih harus melanjutkan turnamen ini sampai selesai"


"kak lia..kenapa???kakak seperti sedang memikirkan sesuatu...apakah kak lia sedang memikirkan pak DS...jika iya...kenapa kakak tidak berusaha menelponnya"

__ADS_1


"menelpon bagaimana..nomornya aja aku gak tahu ya..."lia tersenyum getir.


__ADS_2