Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
12


__ADS_3

Satu bulan berlalu....


Tok..tok...tok...


"Ya tunggu sebentar"ucap lia dari dalam rumah.


lia terkejut saat Astari sudah berada di depan rumahnya dengan wajah yang sangat tidak bersahabat.


Astari melihat lia dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas.


"saya tidak suka basa basi...siapa kamu???kenapa kamu bisa akrab dengan adik ipar saya dan anak saya...setiap hari anak saya selalu membicarakan kamu...kamu begini dan kamu begitu...saya sebagai seorang ibu merasa kalau saya merasa tidak dihargai sama sekali...begitu juga dengan kelakuan adik ipar saya yang semakin menjengkelkan...kamu yang ajari mereka seperti itu...dan sudah beberapa kali saya menguntit mas darlan setiap minggu dia pasti mengawasi rumah ini dari kejauhan"


"duduk dulu kak...kak tari gak perlu marah sama saya...saya hanya menolong yaya di saat dia membutuhkan pertolongan hanya itu...kalau urusan pak darlan yang mengawasi rumah ini..saya tidak tahu menahu kak...ada kepentingan apa beliau sama saya"


"pintar ya kamu...kamu tahu gak rasanya bagaimana didiamkan oleh orang yang sangat kita cintai...pernah kamu ada di posisi saya..gak pernah kan!!!!!...mana tahu kamu perasaan seorang istri yang tidak dihargai oleh suaminya sendiri"

__ADS_1


lia melirik ke arah kanan dan kiri , khawatir ada yang mendengar obrolan mereka berdua. lia tidak mau jika lia dianggap perempuan yang sedang dekat dengan suami orang ini.


"begini aja deh kak...kita ambil jalan tengahnya....kak Astari gak perlu kesini lagi...kak Astari coba bangun kembali rasa percaya kakak pada suami kakak ya...perihal suami kakak yang sering ke sini...saya tidak mau ambil bagian...sekarang kakak pulang...kakak beresin masalah di rumah tangga kakak tanpa melibatkan orang lain...kalau yaya dan laras selalu membahas saya..anggap aja kakak gak dengar...Paham kan kak maksud saya apa!!!!"Lia menatap tajam pada Astari yang mundur beberapa langkah.


Astari melihat ada wajah lain di wajah lia...wajah lain yang sangat tampak menakutkan..


tanpa bicara apa-apa lagi, Astari pergi dari sana dan membawa kendaraan dengan sangat cepat.


lia menggelengkan kepalanya perlahan.


"Apa Jo...mau apa kamu kesini..hari ini gak ada latihan"lia mendekat pada hejo yang duduk di atas motor di tepi jalan.


"emang gak ada...aku mau nanya neng yaya kemana gak kelihatan"hejo mengangkat kepalanya hanya untuk melihat yaya.


"oh..udah pulang ke jakarta dia...kembali ke keluarga besar nya"

__ADS_1


"yailah baru aku mau traktir baso..malah pergi"


"Kelamaan sih pedekate nya...kebiasaan dari zaman zebot ente...kalau naksir orang gak pernah dapat"


"hemh...kenapa ya...kasih solusi dong"


belum sempat lia menjawab..tangan kekar milik DS sudah berada di bahu hejo.


"Ngobrol kok di jalan sih sayang...gak sopan tahu" DS tersenyum pada lia namun menunjukkan wajah tidak suka pada hejo


"Hah..bang DS..."hejo merasakan lemas.


siapa orang yang tidak kenal DS...bukan hanya seorang pembisnis restoran tapi dia juga punya kuasa di para preman...


Glek..hejo menelan ludahnya dengan kasar. Hejo tidak tahu kalau selama ini DS selalu berada di dekat lia dan mengawasinya.

__ADS_1


"


__ADS_2