Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
32


__ADS_3

Di dalam kamar, darandra mendekat dan mencium kepala lia.


"ibu sedang kambuh sayang...jangan keluar kamar ya...kalaupun lapar...nanti bangunin mas aja ya...mas gak mau terjadi sesuatu sama kamu dan calon bayi kita"darandra menatap lekat pada istrinya itu.


"kalau ibu sedang kambuh...apakah ibu tidak minum obatnya mas???"lia menatap pada darandra yang sedang duduk di samping nya itu.


"gak akan mau sayang...ibu akan marah dan membanting barang-barang kalau ibu dipaksa untuk minum"


"oh...lalu sampai kapan ibu akan terus seperti itu.."


"tunggu 2-3 jam lagi...setelah ibu tidur nyenyak...ibu akan kembali ke alam sadarnya"


"awalnya bagaimana mas..ibu bisa seperti itu???"

__ADS_1


"Kehilangan suami...ibu belum bisa menerima kematian ayah...ibu sangat mencintai ayah..karena ayah selalu menjadikan ibu prioritasnya, dimana pun ayah berada...ayah akan datang tepat waktu...makanya di belakang rumah ini kami punya helipad...karena ayah tahu...ibu akan marah kalau ayah telat datang...di tambah aku adalah anak tunggal...ibu tidak mau aku meninggalkannya...ibu selalu menghasut perempuan-perempuan lain yang dekat denganku..ibu akan mengatakan kalau aku tidak bis memberikan keturunan...pertama aku tahu..aku marah pada ibu..namun malah ibu yang marah..ibu mencoba bunuh diri karena ibu merasa aku tidak sayang dengan ibu...makanya aku takut sayang...aku takut kalau kamu dekat dengan ibu...aku takut kamu di sakiti oleh ibu"


darandra memeluk lia dengan hangat.


lia terkejut dengan kenyataan yang hadir di depan matanya, lia bingung dengan keadaan ini. apa yang harus dilakukannya kalau suatu saat nanti Ibu mertuanya itu akan bertindak diluar dugaan nya.


"mas bukannya waktu di ponpes AS Shahih itu ibu hadir ya di pernikahan kita"


"iya hadir karena pernikahan kita hasil taaruf...ibu berfikir kalau pernikahan kita tidak akan terjadi apa-apa..aku akan meninggalkan kamu dan aku akan kembali pada ibu"


"tapi ternyata perempuan itu adalah kamu sayang..kamu tahu gak???kalau malam itu mas bertekad tidak akan pernah menyentuh kamu...mas akan membawa kamu keluar dari pondok pesantren dan kemudian menceraikan kamu..."


"ih jahat banget sih kamu mas..aku gak nyangka kalau kamu punya niat seperti itu"

__ADS_1


"kamu tahu tidak....ada perasaan bersalah yang terus menghantui aku, aku memikirkan kamu yang jauh di sana...kamu pasti nungguin aku..aku takut kalau kamu salah paham... untung aja isi kepala dan lidahku sinkron, kalau gak...bisa salah sebut dalam pengucapan ijab kabul"


"kalau aku hanya bisa pasrah saja...lagian kamu.menghilang tanpa memberikan kabar apapun...aku putus harapan makanya aku mencari suasana baru..eh ternyata malah dapat jodoh di pondok pesantren"


darandra dan lia tertawa, keduanya saling menatap dan entahlah siapa yang mulai duluan, hingga keduanya lupa kalau ada seseorang yang sedang mengawasi di balik pintu.


setelah ritual penyatuan, lia membersihkan diri dan menatap lembut pada darandra yang tertidur pulas.


"kamu sangat baik mas...kamu rela melakukan apapun demi aku..."


lia tertidur di samping darandra....


lia bangun saat adzan subuh berkumandang, lia menggoyangkan bahu darandra dan mencium kedua pipinya dengan gemas.

__ADS_1


" mas..mandi dulu..kita sholat subuh berjamaah"


__ADS_2