Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
57


__ADS_3

Lia dan darandra sangat menikmati acara resepsi yaya ini.


darlan mendekat, "li...bisa kita berbicara hanya berdua???"ucapnya seolah tidak ada darandra di sana.


"maaf kak...aku tidak bisa"lia tidak menatap darlan malah sibuk dengan memainkan tangan liandra yang sedang memegang cadarnya.


"baiklah...kalau begitu...maafkan aku ya li..kalau seandainya waktu itu aku tidak melepas mu mungkin kita masih bersama"darlan melirik pada darandra yang diam tidak merespon apapun.


darlan berbalik meninggalkan lia yang sedang di tatap oleh darandra. melihat tatapan darandra yang mengintimidasi membuat lia menjadi gugup.


"aneh...kalian kan baru ketemu malam itu...dan hanya 7 hari kalian menikah, tapi seolah darlan sangat mengenal kamu luar dan dalam"


"kan kami yang merasakan nya mas...apa yang sudah terjadi padaku dan kak darlan..."


"iya juga sih"darandra tampak sumringah.


lia menggeleng pelan, kalau sudah cemburuan tidak mengenal tempat.

__ADS_1


Pulang dari pernikahan samsul dan yaya, lia tampak aneh dengan perilaku darandra yang tidak seperti biasanya.


darandra seolah sedang melamun, ketika di tanya hanya terdiam seribu bahasa.


"mas...kenapa???"tanya lia melihat wajah suaminya, kedua matanya seakan kosong, darandra sendiri bingung.


"kalau terjadi sesuatu pada mas...panggil abah bahrud ya sayang...badan mas tidak karuan, kadang panas kadang dingin...kadang mas lemas..kadang bersemangat...lihat kamu aja seperti melihat orang lain"


lia menghubungi dahlan, lia Menceritakan semuanya pada dahlan. dahlan menghela nafas dengan berat.


"buka pintu dan semua jendela di rumah ya li..."dahlan menambahkan membuat lia merasa heran.


"udah jangan banyak tanya ...kerjakan!!!...jauhkan liandra dari darandra ya...jangan ngeyel"


lia menutup sambungan telponnya, di tatapnya wajah darandra yang kadang meringis seperti kesakitan kadang tenang.


lia membawa lian ke kamar dan menguncinya dari dalam.

__ADS_1


lia membersihkan diri, kemudian sholat dan mengaji. terdengar suara erangan kesakitan dari kamar darandra. tapi lia tidak berani mendekat.


lia meneruskan mengaji , namun erangan kesakitan makin menjadi. lia terus mengaji sampai meneteskan air mata, di sebelah sana, darandra berteriak sedang menahan kesakitan.


"Ada apa ini mas sebenarnya???kamu kenapa???"lia bertanya dalam hatinya.


lia pun tertidur pulas, sambil mendekap Alquran di dadanya. lian tampak tenang, tak terdengar kalau lian terbangun atau ingin menyusu.


darandra masuk lewat pintu dari dalam kamarnya, dan lia lupa kalau pintu itu belum terkunci.


darandra melihat lian yang tertidur dan lia yang berada di sampingnya. sebuah senyum terbit dari kedua bibirnya.


darandra merasa tenang jika berada dekat keduanya, perasaan itu hadir setelah mendengar lia mengaji.


"Aku tahu li...Allah mengirim mu padaku dengan sebuah alasan, Allah tahu bersama mu aku akan sembuh. walaupun tadi aku sempat berteriak kesakitan tapi setelah nya aku merasa tenang dan membaik..Jangan pernah tinggalkan aku ya sayang..."darandra tidur dekat lia dan memeluknya.


dahlan datang bersama abah bahrud, dahlan mencari darandra dan lia di kamarnya, namun tidak ada. di kamat lian terkunci dari dalam.

__ADS_1


dahlan mengetuk pintu terus menerus membuat darandra terbangun.


darandra berdiri dari tempat tidur , membuka kunci dari dalam. kedua mata dahlan dan abah bahrud melotot hampir terlepas melihat darandra baik-baik saja tanpa memberikan gelagat yang aneh.


__ADS_2