Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
17


__ADS_3

Lia terkejut saat ibu itu membawanya ke lingkungan pondok pesantren.


"Bu...ini kok saya ada di pondok pesantren???"tanya lia menarik baju ibu tadi.


"katanya mau mencari penginapan gratis..ya di sini nak...oh ya nama ibu..ibu Asiyah dan suami ibu tadi namanya Haji Bahrud"ibu Asiyah tersenyum


"iya sih...tapi gak di ponpes juga kali ya bu" lia terkekeh kemudian menggigit bibir bawahnya.


"ya sudah ayo ikut ibu ke rumah...mandi dan pakai baju yang ibu siapkan ya"


"baiklah bu As..."lia tertunduk lesu mengikuti langkah Ibu Asiyah.


setelah mandi, lia menggunakan baju yang disediakan oleh bu Asiyah, lia hanya menatap tak percaya di depan cermin, lia yang sehari -hari menggunakan kaos oblong dan celana pendek harus mengganti kepribadiannya dengan baju tertutup.


lia menatap lama...lia menghela napasnya saat lia harus memakai jilbab panjang dan bercadar.


setelah selesai, lia keluar dari kamar dan menghampiri ibu Asiyah yang sedang menyiapkan makan malam.


"Subhanallah nak lia...sungguh cantik sekali memakai hijab...kenapa cadarnya tidak dipakai???"tanya bu Asiyah heran.

__ADS_1


"nanti aja bu..kalau mau keluar dari rumah ya.."lia mencebik.


"iya..iya...cantik...ibu pengen punya anak seperti ini...cantik"ibu Asiyah tak pernah berhenti memuji lia yang sangat cantik menggunakan hijabnya.


"Assalamualaikum bu..abah pulang"ucap abah bahrud.


"mana nak lia..suruh makan bu..kasian mungkin kelaparan"ucap abah bahrud sambil mengipas dirinya pake sorban.


"tuh ada didepan abah"jawab bu Asiyah terkekeh


"yang ini nak lia..ya Allah nak...cantik nya..masya Allah"kedua mata abah badrud terlihat berkaca-kaca menahan haru.


"Nak lia tahu...apa yang bisa menyeret ayah dan saudara laki-laki nak lia ke neraka"


"gak tahu bah"lia menunduk


"ketika anak..atau saudara perempuannya tidak menggunakan hijab"ucap abah bahrud menatap sekilas pada lia.


"oh...berarti selama ini lia begitu banyak membuat dosa...Astagfirullah al adzim...maafkan lia ya ayah..."lia menangis sesenggukan.

__ADS_1


Abah bahrud dan istrinya hanya saling tatap melihat lia yang sedang menyesali dirinya.


"Apakah nak lia masih punya orang tua???"


"masih bah...tapi lia jarang pulang...banyak hal yang harus lia capai"


"apakah nak lia sudah menikah???"tanya abah bahrud lagi


"pernah menikah bah...tapi hanya satu minggu ...itu pun menikah karena salah paham saja...kebetulan laki-laki yang dipaksa nikah sama saya itu sudah punya istri dan anak...saya tidak mau menjadi duri dalam pernikahan mereka...makanya saya minta cerai pada laki-laki itu bah"


"Allahu akbar...ya sudah sekarang nak lia mau tinggal di sini membantu saya memasak untuk para santri"ucap ibu Asiyah menatap lia yang juga sedang menatapnya.


lia menganggukkan kepalanya.


tak terasa sudah dua bulan, lia berada di pondok pesantren As Shahih tersebut, lia sudah terbiasa dengan baju tertutupnya.


terdengar suara orang yang sedang mengaji, lia sangat menyukai suara laki-laki itu, suaranya merdu...ringan dan sangat fasih dalam melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an.


ibu Asiyah yang sedang menyiapkan teh manis untuk sang suami pun hanya mengulum senyum melihat lia yang terdiam mendengarkan.

__ADS_1


__ADS_2