Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
33


__ADS_3

"jam berapa sayang"


"jam setengah lima mas...ayo mandi dulu "


darandra terduduk di tempat tidur dan menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, badannya lemas tak bertenaga.


lia hendak keluar namun darandra berteriak.


"jangan sentuh handel pintunya sayang"


darandra mendekat, menarik tangan lia. darandra menaruh kertas di handel pintu dan kertas tersebut terbakar. melihat itu lia menjadi syok, badannya lemas luruh ke lantai.


"ba...ba..bagaimana bisa mas...siapa yang melakukannya"lia menatap pada darandra yang menunduk melihat lia di lantai.


"maafkan aku sayang tak seharusnya kita seperti ini, hari ini juga kita akan pindah ke suatu tempat..dimana hanya ada kamu dan aku"darandra mencium kepala lia.


"lalu ibu bagaimana???"?lia menatap darandra yang juga sedang menatapnya.


"terpaksa ...mas akan membawa ibu ke tempat rehabilitasi kejiwaan...mas takut ibu akan melakukan sesuatu yang lebih dari ini"


"apakah ibu sudah tahu....siapa aku mas???"


"sudah jangan terlalu banyak pikiran..kasian calon bayi kita...husnudzon sayang...wakafa billahi Syahida (cukuplah Allah yang menjadi saksi)

__ADS_1


"tapi aku takut mas"


"pasrah kan segala rasa takutmu hanya pada Allah...Hasbunnallah wani'mal wakil ni'mal maula wa ni'man nassir...(cukuplah Allah sebagai pelindung)


darandra memeluk lia dan memapahnya ke tempat tidur.


lia berbaring di tempat tidur sambil menunggu darandra selesai mandi.


darandra tampak tampan menggunakan baju koko dan sarung dengan warna senada...putih gading.


"Ayo sayang...mas udah siap nih"


"iya mas"


selesai ibadah, darandra keluar dari kamar dan mengunci kamar dari luar, darandra juga takut terjadi sesuatu pada lia dan calon bayinya.


Darandra mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang.


"Assalamualaikum dandi...kasih tahu dahlan..saya tunggu di rumah.... sekarang!!!!"


darandra melirik dengan ujung matanya, darandra tahu kalau Ibunya sedang mendengar kan pembicaraannya.


darandra menghela napas, darandra berusaha menenangkan diri, sambil membuat teh manis lemon kesukaannya yang juga kesukaannya lia.

__ADS_1


darandra tersenyum geli, saat ingat dulu waktu lia membuat teh manis lemon, darandra pikir lia membuatnya untuk dirinya namun perkiraannya salah, dengan cueknya lia minum teh manis itu di depannya tanpa menawarinya.


setelah beberapa saat lia batu sadar kalau ada dia di depannya, lia langsung pergi dan tak kembali meninggalkan es teh lemon di atas meja sisa setengah gelas lagi.


"Andra...kamu kenapa senyum-senyum begitu???"tanya ibu dea yang mengambil gelas di dalam lemari.


"eh ibu...lagi ke ingat sama dahlan dan dandi aja bu...nanti mereka berdua kesini"


"ada tugas penting apa???sampai kamu memanggil mereka kesini???"tanya ibu dengan sinis


"tidak ada bu..hanya ingin mengobrol saja..sudah lama mereka tidak pernah kesini bukan"darandra menatap wajah ibunya yang sedang dilanda halusinasi.


wajah cantik ibunya berubah sayu, seperti tidak tidur semalaman.


"ibu tidak tidur ya???"tanya darandra memegang kedua bahu ibunya kemudian memijatnya perlahan.


"ibu tidak bisa tidur...kepala Ibu sakit...seperti ditimpa sesuatu"


"apa ada yang ibu pikirkan??"darandra berhenti sejenak.


"ibu heran..kenapa kamu masih bertahan dengan wanita itu...bukannya kalian tidak saling mencintai ya...kamu sudah melupakan adiknya dahlan ndra???"


"memang awalnya saya tidak menyukainya bu...tapi dia perempuan yang penurut...saya jadi mulai menyukainya"darandra berbicara jujur.

__ADS_1


__ADS_2