
Shila tampak lelah dan akhirnya tertidur di sofa bed yang ada di kamar lian.
lia membersihkan diri ke kamar sebentar melalui pintu yang memang dibuat langsung ke kamarnya.
di kamar darandra sedang terbaring sambil memejamkan kedua matanya.
"ya ampun tuan DS sudah pulas...kasian"lia mencium kening suaminya tersayang itu.
darandra memegang tangan lia yang hendak pergi. "lian sudah tidur sayang"tanya nya dengan suara parau.
"Shila dan lian sudah tidur...badanku lelah mau mandi dulu"
"ikut dong"
"lagi Nifas mas...kamu gak jijik ya melihat darah nifas nanti"
"emang darah nifas dan darah yang lain beda...sama aja kali sayang...ya udah deh..,kalau gak boleh..mas mau ke kamar lian aja"darandra menyilangkan tangan sambil membuang muka.
melihat suaminya yang manja membuat lia tertawa lepas.
__ADS_1
"ingat umur mas...kalau seumuran lian dan Shila mah aku bujuk rayu ini"
"di rayu dong masnya...mas belum pernah dengar kamu merayu mas"darandra menatap lembut pada lia yang juga sedang menatapnya.
lia hanya tertawa renyah sambil berlalu ke kamar mandi. darandra menggelengkan kepalanya perlahan, lia memang bukan orang yang pandai merayunya.
lia lebih banyak ke tindakan seperti dirinya. darandra tersenyum tipis, begitu banyak persamaaan antara dia dan lia...lia adalah dia versi perempuan.
darandra beranjak dari tempat tidur dan melihat lian juga Shila di kamarnya.
Shila yang tertidur pulas namun cara tidur Shila mirip rendra yang mulutnya menganga.
lia yang dari kamar mandi celingukan mencari suaminya itu, alih-alih mencari, lia naik ke tempat tidur dan langsung tertidur.
bayi lian yang tampan seolah mengerti kondisi ibunya, dua jam lia tertidur begitu juga dengan lian dan Shila.
lia merentangkan kedua tangannya di atas kepala, lia menggerakan kepalanya ke kanan dan ke kiri secara bergantian.
"udah lama vakum dari dunia bela diri nih, jadi badan terasa pegal semua"lia berbicara dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
darandra berdiri di salah satu sisi tempat tidur tanpa di sadari oleh lia yang sedang sibuk berolahraga.
darandra paham, lia memang istrinya tapi dia tidak bisa mengekang kebebasan lia. lia harus punya waktunya sendiri...lia harus bisa membahagiakan dirinya sendiri.
lia tersenyum saat darandra menghampirinya.
"kamu gak melatih anak-anak bimbingan kamu lagi sayang"darandra duduk di samping lia
"emang boleh ya mas???"
"boleh...biar kamu gak jenuh di rumah...tapi ingat kewajiban kamu sekarang...jadi ibu dan istri...nanti mas antar jemput ya ke tempat latihan"
"aku bawa mobil aja ya mas...boleh gak diantar jemput...ntar mas nya cape ..lagian tempat aku latihan dengan tempat kerja mas kan arahnya berlainan"
"gak mau...mas harus memastikan istri mas yang cantik ini, selamat sampai tujuan tanpa kekurangan satu pun...lagian kamu juga bawa lian kan"
"iya mas...tapi seperti nya tunggu dua bulan lagi aja...sementara samsul dan yaya, berbulan madu...aku yang akan menggantikan posisi mereka dulu"
darandra terdiam memastikan bahwa di tempat latihan tidak ada laki-laki dewasa yang akan mendekati istrinya itu. lia yang melihat suaminya hanya diam sambil berfikir pun meninggalkan darandra untuk melihat lian di kamarnya.
__ADS_1