Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
16


__ADS_3

lia berpamitan kepada teman-temannya, entah lia hanya mengikuti kemana kakinya melangkah.


"tolong...tolong" suara terdengar minta tolong dekat sebuah terminal.


lia mendekat dan melihat tiga orang sedang menodongkan senjata tajam pada kedua pasangan suami istri yang sudah tidak muda lagi.


"Hei...kalian para preman..menjauh lah dari ibu itu"


ketiganya malah tertawa mengejek dan menyerang lia.


lia yang di serang pun dengan senang hati menerimanya. pukulan demi pukulan mampu lia hindari.


lia menendang dan memukuli ketiga orang tersebut.


setelah kalah, ketiga orang tersebut pun lari terbirit -birit tanpa membawa hasil apapun.


"Apakah bapak dan ibu tidak apa-apa???"tanya lia penuh perhatian.


"Alhamdulillah...terima kasih ya nak...terima kasih..maaf kalau kami membuatmu lelah"ucap ibu itu dengan sopan.

__ADS_1


"tidak masalah bu...baiklah Ibu dan bapak mau pergi kemana ya...kenapa tidak ada yang menjemput atau mengantar"


"supir kami terlambat datang nak...maukah kamu ikut kami nak..sebagi ucapan terima kasih"


"oh boleh bu.saya juga sedang mencari penginapan gratis"ucap lia sekenanya.


kedua pasangan suami istri itu tampak mengulum senyum melihat lia yang tidak bisa basa basi.


akhirnya sopir yang menjemput sudah tiba.


"Assalamualaikum abah...ibu..maaf kalau saya telat..tadi ban nya kempes saat mau berangkat"supir itu mendekat pada kedua orang tersebut dengan sopan.


melihat lia yang sudah masuk, istri abah hanya tersenyum.


lia sudah tertidur pulas, wajahnya terlihat sangat lelah, membuat ibu itu hanya mampu memandangnya saja.


"oh ya nak darandra...ada cerita apa di pondok selama abah pergi"ucap abah melihat pada darandra.


"tidak ada cerita apapun abah...mohon maaf"

__ADS_1


"baiklah tidak masalah...oh ya bu..si neng tadi sudah tidur ya...yang terdengar cuma dengkuran halus nya"


"iya bah..kasian ..kecapean kali habis berkelahi sama tiga orang laki-laki tadi"


"abah dan ibu di todong orang ya..maafkan saya karena datang terlambat dan tidak bisa menolong abah dan ibu"sopir itu merasa bersalah karena tidak menjaga tuannya dengan baik.


"tidak masalah nak...pertolongan Allah sangat dekat..Allah mengirimkan si neng ini dengan cepat...Kalau saja tadi nak darandra lihat...bagaimana dia mampu mengalahkan ketiga laki-laki itu mungkin nak darandra akan jatuh cinta..."


"udah cantik..pintar bela diri...apakah boleh abah..kalau ibu angkat si neng jadi anak...walaupun sekarang si neng tidak pakai hijab...tapi Ibu janji...setelah sampai di pondok ..ibu akan memakaikan si neng hijab"


"ya ibu..tunggu si neng bangun saja"


Hening tidak ada lagi percakapan di dalam mobil tersebut.


lia tertidur pulas tanpa tahu kalau sang pencipta sudah membuat skenario paling indah di dalam hidupnya.


Mobil sudah terparkir dengan baik di depan pondok pesantren "AS SHAHIH". Namun darandra lupa kalau masih ada satu orang lagi di dalam mobil.


Nasib baik untuk lia, mobil tidak terkunci. lia keluar dari mobil dan matanya membulat saat lia tersadar kalau dia sedang berada di dalam pondok pesantren putri.

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah bangun toh nak...ayo ikut ibu"


__ADS_2