Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
8. pak DS??


__ADS_3

Semenjak pertemuan dengan lia yang kemarin, darlan berusaha mengikuti semua saran dari lia yang membuat Astari terlihat bingung dengan perilaku suaminya itu.


darlan yang dingin sudah kembali pada darlan yang dulu, selalu hangat dan ceria saat berada dekat dengannya.


hari ini darlan mengantar Astari ke rumah sakit untuk di fisioterapi, Astari belum bisa berjalan seperti biasanya, langkahnya masih tertatih.


darlan memberikan semangat untuk istri tercintanya. petugas fisioterapi yang ikut membantu cukup senang dengan sikap pasutri yang sangat kooperatif ini.


selesai latihan gerak, kedua kaki Astari di berikan lampu untuk di hangatkan.


genggaman tangan darlan mampu membangkitkan semangat Astari yang sempat padam.


"terima kasih ya mas...aku semakin mencintaimu"ucap Astari memandang wajah darlan yang tersenyum padanya.


"iya sayang"darlan mengecup kepala Astari.


*************


lia dan yaya sedang berlatih bersama, melihat tantenya berlatih karate..laras hanya memandang dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


laras mendekat dan menarik ujung baju yaya.

__ADS_1


"ante...aku boleh ikutan begitu"laras memandang yaya dengan penuh harapan.


"boleh kok cantik"lia menimpali dari jarak jauh.


dua orang lelaki berpakaian kaos oblong dan celana jins bolong di bagian lutut mendekati lia.


"Pak DS menyampaikan pesan selai rasa strawberry bu"ucap salah satu orang tersebut sambil menyerahkan surat yang tersimpan dalam amplop.


"selai rasa strawberry saya terima tapi kapan pak DS akan membawakan saya daun kelapa muda"lia tersenyum kepada dua orang tersebut yang tidak paham akan ucapan lia.


"baik bu...akan kami sampaikan ke pada pak DS...permisi ya bu"kedua laki-laki itu pun pergi meninggalkan lia yang hanya memandangi amplop itu.


"itu apa kak???"tanya yaya penasaran


"ehm di resto sana boleh gak kak"yaya menunjuk dengan jarinya yang mungil.


"baiklah...kita mandi dulu..."lia dan yaya pun mengajak laras untuk membersihkan diri.


Tiba di restoran , lia dan yaya memilih tempat yang memang jauh dari keramaian. saat yaya menarik kursi, seorang laki-laki datang dan mengambil kursi itu tanpa permisi.


"hei...itu kursi kami"ucap yaya kesal.

__ADS_1


" carilah tempat yang lain karena lima meja termasuk yang akan kamu duduki itu sudah di pesan"


lia merangkul bahu yaya dan beranjak dari meja tersebut.


yang tersisa hanya meja dengan dua kursi berada di dekat jendela menghadap ke pantai.


lia dan yaya pun duduk disana, yaya tampak kesulitan saat makan harus memangku laras.


lia berdiri membiarkan laras duduk di tempat nya.


melihat lia berdiri, laki-laki yang tadi berdebat dengan yaya pun datang sambil membawakan kursi untuk lia.


lia hanya terkejut mendapat perhatian seperti tadi.


"Bu..apakah sebaiknya anda ikut bergabung dengan kami di sana...karena sebentar lagi pak DS akan makan di sini"


"tidak perlu mas...saya bawa adik dan keponakan saya...tidak indah rasanya kalau saya mengganggu pak DS yang akan mengadakan pertemuan di sini"


"tapi bu..apakah ibu tidak kasian pada kami kalau pak DS akan membuat kami babak belur seperti dulu lagi"


lia tertawa renyah sehingga terlihat gigi gingsulnya.

__ADS_1


"tidak akan mas...santai saja...lagian pak DS sudah tiba dan membawa rekan kerja dari luar negeri sepertinya..."lia menoleh pada sekumpulan orang yang baru datang dengan banyaknya pengawal.


__ADS_2