Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
19


__ADS_3

"saya rasa tidak masalah bah...saya ikut pilihan abah bahrud saja...saya percaya apa yang sudah menjadi pilihan abah dan ibu, baik untuk kita semua"ucap ibu dea.


darandra menghela napas panjang, darandra mengusap wajahnya dengan kasar.


"Apa yang harus aku lakukan Ya Allah...apakah aku harus terima semua takdirmu..menikah dengan orang yang tidak pernah aku cintai"ucap darandra dalam hati.


Enam bulan berlalu,


di pondok pesantren As Shahih akan diadakan pawai obor untuk menyambut malam pertama bulan ramadhan, semua santriawan dan santriwati bersholawat di tempat yang berbeda,


Ya nabi salam ‘alaika, Ya Rosul salam ‘alaika


Ya habib salam ‘alaika, sholawatullah ‘alaika


Asyroqol badru ‘alaina, fakhtafat minhul buduru


Mitsla husnik ma ro-aina, qotthu ya wajhas-sururi.


Anta syamsun anta badrun, anta nûrun fauqo nûrin


Anta iksîrun wa ghôlî, anta mishbâhush-shudûri


Yâ habîbî yâ Muhammad, yâ ‘arûsal-khôfiqoini


Yâ mu-ayyad yâ mumajjad, yâ imâmal qiblataini

__ADS_1


Man ro-â wajhaka yas’ad, yâ karîmal wâlidaini


Haudlukash-shôfîl mubarrod, wirdunâ yauman-nusyûri


Mâ ro-ainâl ‘îsa hannat, bissurô illâ ilaika


Wal ghomâmah qod adhollat, wal malâ shollû ‘alaika


Wa atâkal ‘ûdu yabkî, wa tadzallal baina yadaika


Wastajârot yâ habîbî, ‘indakadh-dhobyun-nufûru


‘Indamâ syaddûl mahâmil, wa tanâdau lirrohîli


Wa tahammal lî rosã-il, ayyuhâsy-syauqul jazîlu


Nahwa hâtîkal manâzil, fîl ‘asyiyyi wal bukûri


Kullu man fîl kauni hâmû, fîka yâ bâhîl jabîni


Wa lahum fîka ghorômun, wasytiyâqun wa hanînu


Fî ma’ânîkal anâmu, qod tabaddat hã-irîna


Sholawat nabi terus menggema sebelum dan sesudah dilakukan tarawih.

__ADS_1


Alhamdulillah lia sudah bercadar, lia sudah menjadi lia yang istiqomah, lia memimpin sholawat di bagian putri dan darandra di bagian putra.


Lia merasakan kalau di bulan ramadhan kali ini, lia menjadi pribadi yang ikhlas, hatinya tenang dan tentram, ternyata kegelisahan hatinya selama ini karena sedang jauh dengan Allah dan Nabinya.


tak terasa air mata terus menetes di kedua matanya, lia sadar kalau selama ini, lia belum menjalankan kaidah islam dengan benar.


Sholat lima waktu pun sering bolong, apalagi puasa, kalau tidak ada latihan karate, lia baru puasa.


dadanya terasa sesak, air mata terus mengalir seolah enggan berhenti, lia menyesali dosanya di masa lalu.


"Ya Allah..terima kasih...terima kasih untuk selalu menyayangi aku, terima kasih karena engkau masih memberiku nafas sampai saat ini, ampunilah dosaku di masa lalu, kemarin, hari ini dan di masa depan nanti, "ucapnya dalam hati.


kalau tidak malu dilihat oleh santriwati, mungkin lia sudah berteriak dan menangis histeris.


ternyata di tempat lain, darandra merasakan hal yang sama, jiwanya tenang seakan beban hilang.


di pondok pesantren ini, darandra banyak menemukan pengalaman yang belum pernah dirasakannya.


sholat sunah rawatib, sholat wajib dan sholat yaumul lail pun dia sudah bisa lakukan tanpa diburu oleh kegiatan duniawi.


darandra bisa khatam Al Qur'an beberapa kali dan bisa paham isi dari setiap ayat suci Al Qur'an.


darandra tersenyum, Allah maha pengasih lagi maha penyayang, Allah masih memberikan darandra kesempatan untuk menghapus dosanya di masa lalu.


"eh bro...senyum terus dari tadi gak sabar nunggu sesuatu di malam takbiran nanti ya"ucap salah satu temannya di pondok pesantren ini.

__ADS_1


__ADS_2