
tujuh tahun berlalu,
"ibu......sepatu aku dimana???"teriak anak laki-laki tampan yang sedang duduk di ruang tamu.
"loh kok masih ibu yang harus menyiapkan....katanya udah gede...kan abang udah punya adik dua"ucap darandra yang sedang menikmati kopi panasnya.
liandra mendelik ke arah darandra yang hanya tertawa, melihat liandra seperti itu darandra merasa senang.
wajah liandra yang mirip dengan lia membuat darandra sangat menyayangi nya.
lia menghampiri lian sambil membawa anak ke tiganya.
lia dan darandra dikarunia anak kedua dan ketiganya juga perempuan. ketiga anaknya berjarak dua tahun.
"maafkan ibu ya lian...ibu tadi membantu Alsava dan Aiza dulu sayang"
"iya bu..."liandra berdiri dan mencium pipi Aiza yang seperti bakpau.
darandra berdiri dan duduk membelakangi liandra.
"Ayo jagoan kita berangkat"
"ayo ayah"liandra pun lompat ke punggung darandra.
__ADS_1
"sayang...kami berangkat dulu ya"lian mencium punggung tangan lia sedangkan darandra mengecup bibir lia sekilas membuat lia melotot.
"Anak udah tiga juga..otak mesum nya gak hilang"
"otak mesum apaan ibu???"
"haaah"lia menepuk kepalanya melihat Alsava yang masih menantikan jawaban darinya.
"gak usah didengarkan ya sayang...anggap aja ibu salah mengucapkan"
darandra terkekeh melihat lia yang panik karena ucapannya sendiri.
Alsava yang berusia 4 tahun dan Aiza 2 tahun membuat lia agak kerepotan, untung saja urusan rumah dia serahkan pada ART sehingga lia bisa fokus merawat anak-anaknya.
darandra yang sedang fokus mengurus restoran bersama dahlan dan dandi pun kadang-kadang membawa keluarga mereka masing-masing untuk bertemu.
Sore ini di restoran, semua hadir kecuali yaya dan samsul yang sudah pindah ke kota lain.
liandra menatap seorang anak perempuan yang berbeda satu tahun dengan nya. anak itu tampak manis dengan lesung di kedua pipinya.
"Kak dahlia...sini dekat aku..."Alsava melambaikan tangannya pada anak perempuan yang bernama dahlia...yang tak lain anak dari dahlan dan lani.
"kak...ini buat kak dadah ya..."
__ADS_1
anak perempuan itu hanya mengangguk. darandra yang melihat liandra terdiam memperhatikan gerak-geriknya.
darandra juga begitu sewaktu bertemu dengan lia...dia hanya diam memantau setelah itu baru di terkam.
"bang..lihat siapa sih???"tanya darandra menepuk bahu liandra.
"apa sih ayah???Kepo???"
darandra tersenyum. dia seperti sedang berhadapan dengan istrinya.
lia mendekat dan merangkul pinggang suaminya.
"terima kasih ya mas...terima kasih untuk semuanya...aku bahagia...setiap satu bulan sekali kita selalu mengadakan pertemuan ini agar terjalin silaturahmi diantara kita"
"iya dong sayang...lihat tuh anaknya dinara dan dandi...lucu ya...kembar laki dan perempuan...boleh gak..kalau kembar???"darandra menatap lia. lia menggelengkan kepalanya pertanda tidak setuju dengan permintaan suami yang menguntungkan dirinya sendiri.
lia bahagia...darandra bisa di andalkan dalam semua hal, darandra bisa dekat dengan anak-anaknya...bahkan darandra bersedia menggantikan lia di saat lia mulai kelelahan merawat ketiga buah hatinya.
Kita tidak pernah tahu perjalanan hidup kita seperti apa???kadang suka dan duka datang silih berganti.
Hanya pasangan lah yang akan bersama kita sampai menua nanti. anak-anak akan pergi bersama pasangan masing-masing.
#TAMAT
__ADS_1
terima kasih semua pembaca yang mengikuti cerita ini dari awal...😍😍