
Melihat suaminya yang berlutut dan menunduk, membuat ide jahil seorang darliani pun muncul, darliani mengangkat kedua kakinya dan berpindah ke sisi sebelahnya dan turun dengan perlahan.
lia duduk dibelakang darandra yang sedang berlutut. satu menit..dua menit...darandra merasa tidak ada jawaban dari lia..darandra mengangkat wajahnya dan mengedarkan pandangannya ke semua ruangan.
"kamu dimana sayang...kamu meninggalkan aku lagi...cukup.... jangan tinggalkan aku lagi sayang...aku tidak bisa hidup dengan mu...apalagi ada buah cinta kita di rahim mu..."darandra menangis sesenggukan..menyesali dirinya sendiri.
lia memeluk darandra dari belakang, darandra hanya menoleh. darandra memegang kedua tangan lia yang hangat.
"kali ini maaf mu aku terima mas...tapi ingat kesempatan itu tidak datang dua kali...aku hanya ingin menua bersamamu...tidak ada laki-laki lain yang sesempurna dirimu, bahkan kedua mataku tertutup untuk melihat wajah laki-laki lain yang lebih tampan darimu meskipun wajahnya Park Jimin dan Min yoongi selalu mendayu dayu di pelupuk mataku tapi aku lebih memilihmu kok..."
darandra menghempaskan kedua tangan lia dan berbalik.
"siapa mereka berdua yang kamu sebutkan tadi"darandra menatap lekat pada lia yang tersenyum.
"mereka anggota boy band korea selatan mas...yang waktu itu mas belikan untukku "
__ADS_1
"Bangtan Sonyeondan...Bangtan purple love!!!"
"iya yang itu...heheheheh"lia terkekeh ternyata darandra cukup mengenal boyband asal korea selatan itu.
"dasar...walaupun mereka tidak bisa kamu raih..jangan sampai aku cemburu pada mereka yang sama sekali tidak bersalah"
"mengagumi kan boleh mas"
"boleh..tapi perempuan beristri hanya boleh mengagumi wajah dan sikap suaminya saja...katanya Mau jadi istri solehah nya mas Andra bagaimana sih sayang"
sementara itu dandi dan dahlan masih menyesap rokok mereka dan melupakan masalah tadi yang menguras emosi.
lani masih setia bersama kedua laki-laki yang tidak pernah pergi meninggalkan darandra yang selalu emosional.
"bang...istrinya bos..kok akrab sama kamu sih"tanya nya penasaran walaupun dari tadi sudah di tahan agar rasa cemburunya tidak terlalu kelihatan.
__ADS_1
dandi hanya berdehem sambil mengulum senyum.
"kamu cemburu lan???"tanya dahlan singkat padat dan jelas.
"cemburu sama siapa???sama kamu...idih...Pede amat sih..nanya doang masa cemburu" wajah lani tampak merona menahan malu.
""kalau saja kamu bilang cemburu, saat ini juga aku siap ketemu sama kedua orang tua kamu tapi kalau kamu nya gak cemburu..berarti kamu gak pernah sayang dong sama aku"dahlan menatap lani yang gugup.
dandi langsung mundur perlahan melihat sinyal-sinyal romantisme dari kedua manusia yang sebenarnya Saling cinta ini.
dahlan membuang sisa rokoknya , kemudian kumur-kumur menggunakan air mineral yang dibawanya dari dapur.
"Kapan sih lan kamu mau jujur tentang perasaan kamu...nunggu aku bersanding di pelaminan sama orang lain dulu ya"dahlan tersenyum melihat lani yang tertunduk malu.
"ih gak gitu..masa perempuan dulu yang bilang cinta...malu tahu gak sih...lia aja di kejar terus sama bos..masa aku yang ngejar...dasar kamu nya aja yang gak pernah peka"lani hendak berdiri namun di tarik oleh dahlan membuat tubuh lani jatuh di pangkuan dahlan.
__ADS_1