
Lia turun dari mobil dan masuk ke dalam kamarnya, lia melihat ke arah darandra yang sedang tertidur pulas.
" sebentar baik...sebentar galak...yang lagi hamil itu sebenarnya siapa sih...Aneh"lia mengambil handuk dan mulai membersihkan diri.
setelah mandi, lia keluar dari kamar dan makan sendiri di meja makan.
ibu dea duduk di depan lia yang tidak merasa terganggu dengan sikap darandra yang seperti itu.
"kalian sedang bertengkar ya"hanya bu dea ingin tahu.
"gak tahu bu...aku aja gak tahu masalahnya apa??"lia menatap bu dea yang terdiam.
"jangan pernah tinggalkan Andra ya li...apapun persoalan yang kalian sedang hadapi...andra memang begitu kalau dia sedang kesal satu rumah gak akan di tanya, dia akan mengasingkan dirinya dalam waktu yang sangat lama...kamu yang harus sabar sebagai seorang istri...minta maaflah..siapa tahu, ada kesalahan kamu yang membuatnya marah"ibu dea menasihati lia yang sangat dia sayangi.
__ADS_1
"mau minta maaf apa bu..aku aja gak tahu apa salah aku...ya udah biarkan saja lah, maunya mas andra seperti itu...lagian aku yang hamil dia yang sensitif aneh"lia makan dengan lahap membuat ibu dea hanya tersenyum melihat betapa sangat cueknya lia dalam hal apapun.
selesai makan, lia mencuci piring nya sendiri dan masuk ke dalam kamarnya. darandra masih tertidur, entah pulas atau pura-pura...lia tidak peduli.
lia tertidur di sofa setelah membaca buku hamil.
darandra menatap lia yang tertidur pulas.
"aku sangat marah sama kamu sayang, kamu bertindak ceroboh...aku tahu yang pertama kali menyelamatkan aku adalah kamu, tapi kenapa bisa berubah menjadi dinara???skenario apa yang sedang kalian mainkan...apakah kamu tidak mau meminta maaf atas kecerobohan kamu yang akan membuat anak kita celaka"darandra menghela napasnya dengan kasar.
lia membuka matanya, lia terkejut dengan ucapan darandra tadi, apakah darandra tahu kalau dia yang sudah menyelamatkan darandra.
padahal lia sudah minta tolong dinara untuk menyembunyikan ini semua.atau jangan-jangan ketahuan!!!..
__ADS_1
kalau saja dandi ada di tempat, mungkin kenyataannya tak seperti ini.
lia beranjak dari sofa, mencari darandra yang sedang berada di teras rumah.
"Mas...aku minta maaf ya...aku tahu aku salah...aku harap kamu mengerti apa yang aku lakukan ini"
darandra hanya melihat sekilas tanpa menjawab apapun.
"apakah ada hukuman untukku mas...bagaimana caranya agar kamu mau memaafkan aku mas..."
darandra diam seribu bahasa, lia mendekat dan bersimpuh di kedua kakinya darandra. darandra mematikan rokoknya dan menatap lia dengan tatapan yang sangat tajam menghujam relung hati yang paling dalam.
lia hanya menelan ludah dengan kasar, selama menikah tak pernah sekalipun darandra bersikap Seperti ini padanya.
__ADS_1
darandra masih menggunakan akal sehatnya, kalau darandra berdiri, bisa di pastikan kalau lia akan terjungkal kebelakang dan itu akan membahayakan bayinya.
darandra menundukkan kepalanya, kedua matanya terpejam, darandra belum bisa memaafkan lia tapi lia sudah minta maaf...apa yang harus dilakukannya, agar lia paham kalau darandra sudah tidak marah padanya dan hanya ingin menenangkan dirinya sendiri saat ini.