
DS tersenyum dan membuat laras terkesima.
darlan mendelik tidak suka melihat DS dekat dengan mantan istri dan anaknya itu.
darlan menarik tangan laras dan yaya, Melihat itu DS hanya tersenyum kecut.
DS tahu kalau darlan menaruh hati pada lia, dan sekarang darlan sedang cemburu padanya.
Darlan pamit kepada lia tanpa menatap wajahnya dan buru-buru pergi.
darlan tidak tahu apa yang sedang terjadi padanya, darlan tidak menyadari jika sikapnya menjadi perhatian buat Astari.
mobil yang dikendarai oleh darlan, melaju kencang seperti pembalap dalam sirkuit.
"Mas....kamu kenapa sih...jangan terlalu kencang bawa kendaraannya, bahaya mas...kasian laras dan yaya"Astari mengingatkan sambil menepuk bahu darlan.
darlan menoleh dan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Astagfirullah al adzim"gumamnya perlahan
"Siapa wanita itu???kenapa kamu tidak suka kalau dia dekat dengan laki-laki itu"
__ADS_1
"bukan siapa-siapa sayang...dia itu yang menolong yaya...dan membantu yaya merawat laras."
"tapi kok sepertinya kamu gak suka dia dekat dengan laki-laki yang tadi"
"itu hanya perasaan kamu aja sayang"darlan berkilah padahal dalam hatinya ingin mengungkapkan rasa yang ada.
"Udah kak...udah...jangan berdebat di dalam kendaraan.. gak baik...kalau kak darlan hilang fokusnya...apa nanti yang akan terjadi"
"justru kak tari ingin dia tetap fokus..kalau didiamkan nanti pikirannya melamun ya"
"ya sudahlah terserah kak tari aja..kak tari kan maha benar...semua orang di mata kak tari itu selalu salah...oke"
"sudah...sudah..bisa gak...kalau gak berantem...saya pusing mendengarkan kalian berantem...oh ya ...ya...kasih bantal tuh parasnya..kasian lehernya pegal"darlan menoleh ke belakang sekilas.
Astari merasa tidak terima dengan apa yang diucapkan oleh yaya barusan.tari melipat kedua tangannya di dada...pikirannya melanglang buana.
tari .asih penasaran dengan siapa wanita dan laki-laki itu yang dengan lapang dadanya menerima adik ipar dan anaknya untuk tinggal disana padahal tidak ada hubungan saudara.
tari menghela napasnya perlahan dan melirik.sekilas pada darlan yang masih menyetir.
*************
__ADS_1
"Mas...pulang sana"lia mengusir DS yang masih dengan setia menunggu tari berbenah.
"gak mau pulang...saya mau di sini aja menemani kamu...masih kangen yang"DS tersenyum manja
"idih...lebay kamu mas...nanti ada yang marah"
"siapa???"tanya DS bingung
"emangnya kamu gak punya pacar...istri atau orang yang dekat sama kamu gitu"
"kok kamu nanya begitu...kamu pikir aku si darlan itu...aku ini tipe setia sayang...aku gak akan melepas kamu seperti si bodoh itu"
"walaupun kamu punya istri dan anak"
"iya"
"kalau gitu aku gak mau ketemu lagi sama kamu....kalau misalkan kita menikah dan punya anak...lalu kamu suka sama perempuan lain yang lebih segalanya dari aku...berarti kamu akan meninggalkan aku dong...terus yang disebut tipe setianya dimana...Aneh!!!"lia merasa kesal dengan jawaban yang dilontarkan DS barusan.
DS tertawa sehingga terlihat deretan gigi depannya yang sangat putih.
"Saya minta maaf ya dengan kata-kata saya yang tadi...saya gak bermaksud begitu...untuk memiliki kamu saja saya harus melewati begitu banyak rintangan...saya harus keluar dari rumah hanya untuk mengikuti dan menjaga kamu dari orang-orang yang tidak suka pada kita"
__ADS_1