Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
20


__ADS_3

Glek...darandra menelan ludahnya dengan kasar.


darandra lupa kalau hasil dari taaruf kemarin, keduanya akan menikah di malam idul fitri, darandra mengusap wajahnya dengan kasar.


hatinya pasrah atas apa yang akan terjadi nanti. mungkin Allah sudah menyiapkan seseorang yang lebih baik untuk mengubah hidupnya ke arah yang lebih baik.


Di malam sepuluh terakhir ramadhan ini, darandra menyibukkan diri dengan shalat tahajud dan sholat taubat, darandra sedang merayu Allah, darandra meminta diberikan keikhlasan dan ketabahan dalam menerima semua kehendak Allah.


Di malam ini, Malam idul fitri...


darandra mengucapkan ijab Qabul dihadapan abah bahrud, dan keluarga besarnya.


Darman memberikan hak wali nikah kepada abah bahrud, karena darman sedang sakit stroke sehingga tidak bisa berbicara.


"Siapkah nak darandra untuk menikahi putri kami"ucap abah bahrud menatap lekat pada darandra.


darandra mengangguk, padahal dalam jiwanya ada rasa yang tak biasa, entah perasaan senang atau perasaan pasrah.


darandra menggenggam tangan abah bahrud,

__ADS_1


"Saya terima nikahnya Darliani binti Darman dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai"


darandra mengucapkannya dengan satu kali napas meskipun darandra bingung karena nama perempuan yang dia nikahi adalah nama perempuan pemilik hatinya.


lia dibawa oleh ibu Asiyah dan ibunya ke hadapan darandra, darandra tidak bisa menatap lia hatinya masih berkecamuk, waktu lia mencium tangannya pun, darandra masih bersikap cuek.


berbeda dengan lia, lia bahagia karena impiannya terkabul, laki-laki yang di pilih kan untuknya sama dengan laki-laki yang dia sebutkan namanya di setiap doa-doanya.


lia tersenyum dibalik cadarnya. lia tahu kalau suami tercintanya ini tidak tahu wajah dibalik cadar ini.


lia tahu kalau darandra terpaksa menerima pernikahan ini karena abah bahrud yang minta.


lia duduk di tempat tidur masih memakai cadarnya. lia sengaja ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh suaminya itu.


"Maafkan saya..malam ini saya belum bisa menyentuh kamu...saya belum bisa menunaikan kewajiban saya sebagai suami kamu"ucap darandra membelakangi lia yang hanya tersenyum.


"Ya"jawab lia pendek. darandra mengerutkan dahinya. darandra berbalik menatap wajah dibalik cadarnya.


"coba ulangi ucapan mu"darandra ingin memastikan kalau telinganya tidak salah mendengar.

__ADS_1


"ya"lia mengucapkan kata yang sama, membuat darandra semakin bingung. suara merdu ini hanya milik kekasihnya.


darandra mendekat "maaf...tolong buka cadarmu"


lia tersenyum dan membuka cadarnya perlahan.


darandra tak berkedip, kedua matanya seolah terpaku akan kecantikan bidadari surganya. darandra menelan ludah dengan kasar.


wanita yang dia nikahi adalah wanita yang dia cari selama ini.


"Masya Allah...lia...jadi kamu yang nikah sama aku"ucapnya bergetar.


"iya mas DS...Darandra Satya...aku sudah melihatmu sewaktu mencium punggung tanganmu tadi..mas nya aja yang masih belum sadar"lia tertawa, melihat wajah DS alias darandra dengan penuh kebingungan.


"tapi bagaimana bisa..berarti kamu sudah ada di sini selama 9 bulan ya"


"iya tepat sekali suamiku sayang...aku juga tidak tahu...kenapa Allah membawaku ke tempat ini...ternyata jodohku ada di sini..Semesta Alam mendukung kita mas...Allah meridhai kita menjadi pasangan di surganya Allah"


"tahu gak sayang...hati mas campur aduk..mas tidak mau menyakiti kamu, mas pikir...setelah menikah mas akan jujur pada istri mas...siapa wanita yang mas cintai"

__ADS_1


__ADS_2