
David berjalan cepat ke arah kamar yang di tempati Dara,satu jam sudah berdebat dengan resepsionis untuk meminta kunci cadangan kamar Dara dan akhirnya di dapati nya.
Saat pintu terbuka terlihat Dara sedang tertidur pulas,di liriknya jam di dinding pukul empat pagi, semalaman dia mencari istri nya dan kini baru dia temukan.
Dara sedang tertidur dengan tangan di atas perut nya, terlihat mata nya bengkak habis menangis membuat David sangat merasa bersalah.
"Maaf kan aku sayang" bisik David mencium kening Dara pak Haris yang melihat nya sangat lega karena pikiran negatif nya Dara kabur bersama lelaki lain tidak benar.
Dara menggeliatkan tubuhnya,mata nya enggan terbuka karena masih sangat mengantuk,dia baru tidur hampir pukul 3 dini hari karena terlalu gelisah berjauhan dengan David.
David menggendong tubuh Dara keluar penginapan dan di ikuti pak Haris serta dua bodyguard nya membantu membawa kan tas dan sepatu Dara.
****
"Papa menginap saja di sini, pasti papa lelah sudah menemani ku semalaman,kamar tamu nya ada di bawah pa" ujar David saat mereka sudah sampai di rumah
"Papa langsung pulang saja Vid, selesai kan dulu masalah kalian dengan kepala dingin,jangan emosi"
"Tidak masalah papa pulang? "Tanya David memastikan
"Papa pinjam dulu bodyguard mu satu,papa tidak kuat lagi menyetir, ngantuk!!"
__ADS_1
"Ya sudah bawa saja pa, dua-duanya juga tidak masalah, papa jadikan untuk mata-mata Miranda" canda David dan di jawab senyuman oleh sang papa
Pak Haris segera pulang dia tidak ingin mendengar pertengkaran anak nya, mungkin memang masalah yang sangat pribadi.
****
David menunggu Dara yang sedang tertidur pulas sambil memeriksa pekerjaan nya.
Sebenarnya Dara sudah melewati sarapan pagi dan susu hamil nya, David ingin membangun kan tapi tidak tega karena sang istri terlalu pulas jadinya dia menunggu saja tapi David sudah meminta pembantunya memasak makanan sehat untuk sang istri.
David melirik jam di dinding kamar nya sudah pukul 10 pagi, sudah dua jam dia berkutat di laptop nya tapi sang istri juga belum bangun membuat David mendekat ke arah Dara.
Dara menggeliat kan tubuh nya,dia merasa nyenyak sekali tidur di penginapan ini,tapi di alam bawah sadar nya mendengar suara sang suami,Dara mengira karena terlalu mencintai David jadi sampai terbawa mimpi.
"Sayang ayo bangun" ucap David membuat Dara tersentak kaget
"Mas!!!"
"Ya sayang"
"Kenapa aku bisa di sini?" tanya nya heran, semalam dia di penginapan tapi pagi ini sudah di kamar nya, David benar-benar membuat nya gila.
__ADS_1
"Sayang mas minta maaf untuk kejadian kemarin itu tidak seperti yang kamu kira" jelas David memeluk tubuh Dara
"Menjauh mas kamu menjijikan" ketus Dara mendorong tubuh David
"Sayang, semua yang kamu lihat tidak benar,hanya salah paham"
"Salah paham bagaimana,kamu kira aku buta"
"Sayang, tolong percaya sama mas,kita sama-sama ke kantor lihat CCTV nya biar kamu percaya dan setelah itu mas akan jelaskan semua nya tapi tolong jangan marah begini sayang,mas bisa gila kehilangan kamu" bujuk David bersimpuh di lutut Dara
"Sana mas" usir Dara mulai melunak
"Percaya lah sayang mas tidak akan pernah mengkhianati kamu,kamu masih ingat kan perjuangan kita bisa menikah jadi tidak akan mungkin mas menyia-nyiakan kamu"
"Ayo mandi dan sarapan sayang kita ke kantor,agar semua nya jelas,mas tidak bisa melihat kamu terus menerus marah" ajak David
Dara bangkit dia memang ingin semua nya jelas,jika terbukti David dan Miranda ada main di belakang nya dia tidak akan segan-segan meminta cerai dan pergi dari hidup David, meskipun harus kehilangan semua kemewahan ini Dara siap.
"Mas bantu"
"Tidak usah mas, tunggu saja aku bisa sendiri" tepis Dara membuat David menghela nafas berat,dia tau Dara masih marah pada nya,tapi setidaknya CCTV bisa menjelaskan apa yang terjadi saat itu,dia mencengkeram lengan Miranda bukan nya bermesraan tapi untuk saat ini dia juga lega bisa menemukan sang istri dalam keadaan baik-baik saja.
__ADS_1