Pernikahan Luar Biasa

Pernikahan Luar Biasa
Pergi


__ADS_3

"Sayang aku bisa jelaskan semua nya, Rania hanya perempuan yang tidak penting" ucap Heri yang ingin menggenggam tangan Dara tapi di tepis oleh perempuan cantik ini.


"Sampai dia hamil kamu bilang tidak penting,di mana otak mu mas"


"Ra,aku mohon beri aku kesempatan kedua ra,aku akan berusaha Adil pada kalian,Rania juga mengetahui pernikahan ini aku rasa kalian bisa menjadi istri-istri yang penurut tapi jika kamu keberatan aku akan meninggalkan Rania setelah dia melahirkan"bujuk Heri


"Mas aku sudah mengajukan gugatan perceraian di pengadilan dan sebentar lagi kita berpisah aku tidak bisa menerima kamu lagi mas karena selama ini aku yang menjadi istri kedua di rumah tangga mu dan perempuan itu"ucap Dara membuat Heri meradang dia tak mau berpisah dari Dara apalagi perempuan itu sangat cantik sekarang.


"Tidak!! aku tidak mau kita bercerai Ra,beri aku kesempatan aku janji semua nya akan baik-baik saja" kekeh Heri


"Tapi aku tidak mau di madu mas"


"Ra,tolong pikirkan nasib ibu ku,dia pasti kecewa Ra kalau kita bercerai, kamu tau kan ibu ku seorang janda"


"Apa kamu tidak pernah memikirkan nasib ku mas menjadi istri ke dua? cap pelakor akan selalu ada untuk ku" ujar Dara yang mulai emosi.


"Ra,kita bisa mulai dari awal lagi,kamu boleh hamil ra,aku izinkan kamu buka KB nya,kita akan punya anak dan aku akan berusaha adil pada kamu" bujuk Heri membuat Dara menyeringai tipis

__ADS_1


"Terlambat mas,aku sudah tidak tertarik lagi pada mu,aku sudah memutuskan semua nya" ketus Dara


Heri menarik tubuh Dara dan menyeretnya ke ranjang lalu mendorong tubuh mungil tersebut di atas Ranjang dan menindih nya.


"Lepas mas" teriak Dara tapi tak di hiraukan oleh Heri


Sudah hampir tiga bulan dia tidak pernah dia tiduri lagi oleh Heri membuat Dara jijik apalagi setelah tau Heri memiliki istri lagi selain dirinya, perasaan Dara sudah hilang pada lelaki yang di jodohkan ibu nya ini.


Dara terus memberontak saat Heri menciumi bibir nya.


"Mas lepas,,,tolong" pekik Dara


"Hahahah... percuma kamu minta tolong ra,kita masih sah suami istri jadi tidak akan ada yang bisa menolong mu" ucap Heri sambil mencium tubuh Dara membuat Dara mual dan menyemburkan muntah nya di wajah Heri.


"Huek.....huek....huek..."


"Dara....!!!" pekik Heri kesal karena wajahnya penuh muntahan Dara.

__ADS_1


Dara memanfaatkan situasi dengan mendorong tubuh Heri kuat lalu segera pergi, meskipun bajunya penuh dengan muntahan Dara tetap pergi,dia tidak ingin Heri menyetubuhi nya lagi.


****


"Sayang" panggil David meraba ranjang di sebelah nya dengan mata masih terpejam.


"Sayang.....kamu di mana?" panggil David lagi melihat ke arah kamar mandi tidak ada Dara lalu lelaki berperawakan tinggi ini segera keluar kamar.


"Ra..Dara sayang" pekik nya tapi tidak orang di luar membuat David panik kehilangan sang kekasih.


"Apa Dara ke kantor ya" batin nya


David mengambil ponselnya dan menghubungi Dara.


"Tut.....tut....."


"Sial...kemana Dara" pekik nya kesal karena sang kekasih meninggal kan nya begitu saja,apa yang terjadi dengan kekasih nya ini biasanya Dara tidak pernah begini.

__ADS_1


__ADS_2