
"Apa ini kantor punya bapak kamu sampai kamu bisa seenaknya begini Dara" bentak bu Kia membuat Dara tertunduk takut
"Kalau ibu tau kantor ini milik calon suami saya sudah pasti ibu akan pingsan" ujar Dara yang hanya bisa membatin karena tidak mungkin dia mengatakan kalau dia dan David memiliki hubungan karena dia masih dalam proses perceraian.
"Gaji kamu bulan ini saya potong setengah nya jika tidak suka kamu bisa mendatangi pak Rudi minta pesangon untuk pemecatan" lanjut perempuan berubah gempal ini lalu segera meninggalkan Dara yang sedang tertunduk.
"Loe sih pake acara nggak ada kabar,loe tau sendiri kan bu Kia gimana,paling disiplin lagian kemana aja seharian gue hubungi nggak aktif" tanya Ratih kasihan melihat nasib sahabat nya ini.
"Ada kerjaan sedikit"jawab Dara santai,dia tidak terpengaruh sama sekali dengan kemarahan bu Kia, apalagi urusan gaji Dara hanya butuh pekerjaan untuk mengusir kebosanan nya saja karena untuk masalah uang sudah di handle oleh David, tabungan nya saja sampai pusing sendiri Dara melihat nominal yang terus bertambah tanpa dia minta.
"Kenapa ponsel loe nggak aktif?"
"Lowbat,gue lupa cas" jawab Dara pelan
"Gimana ceritanya loe sama suami loe sekarang ra?" tanya Ranti penasaran
"Udah gue gugat tinggal nunggu akta cerai nya aja"
"Nggak pake mediasi?"
"Nggak,gue nggak mau ketemu dia lagi,muak gue, kemarin gua mau coba perkosa gue makanya gue panik sampai nggak masuk kerja" jawab Dara yang mulai mengepak jam tangan
__ADS_1
"Astaga,gila tu laki ya!! pengen gue potong ***** nya" geram Ranti sambil mengepalkan tangannya
"Kejam loe Ran" sahut Ratih
"Gemes gue denger cerita Dara, nggak cukup satu lobang ya tu laki,tampang pas-pasan juga berani poligami" kesal Ranti
"Bentar lagi janda dong loe ra" celetuk Ratih
"Hmmm..." jawab Dara malas karena dia tidak mau jadi janda
"Pasti banyak yang naksir loe ra, secara loe cantik bening gini sudah pasti banyak yang suka, bisa-bisa pak David juga ikutan naksir ra" canda Ratih sambil terkekeh kecil
"Ngaco loe,bukan nya kata pak Andi waktu itu pak David mau nikah di Bali" tepis Ranti
"Ntar dengar bu Kia malah gawat lo tih"
"Bu Kia nggak ada, tenang aja deh loe,Dara emang cantik kan,kalau cere ya jadi janda muda dia" jawab Ratih
"Udah...belum juga janda kalian pada heboh,senang ya lihat sahabat sendiri janda" ucap Dara cemberut
"Maaf ra"
__ADS_1
****
"Mas ada surat pemanggilan dari pengadilan agama di Jakarta,kamu mau cere mas sama Dara?" tanya Rania dengan tersenyum kecil
"Dari mana Dara tau alamat Rania, pasti ini semua ulah Rania " pikir Heri karena
"Ini semua gara-gara kamu Ran, kamu selalu nggak sabaran orang nya, sekarang jadi begini"
"Kenapa selalu menyalahkan aku mas,di sini aku yang menjadi korban nya mas,aku istri pertama yang kamu selingkuhi"
"Kamu ingat status mu dulu Ran,kalau bukan aku tidak ada lelaki yang mau menikahi mantan ***** seperti kamu" kesal Heri
"Kamu selalu saja mengungkit masa lalu ku mas bukan nya kamu sudah tau semua nya, kenapa mau menikahi ku jika hanya untuk menyakiti ku mas?" isak Rania
"Aku menikahi mu karena kasihan Ran,aku penuhi semua kebutuhan mu berharap kamu nurut pada ku, karena Keluarga ku tidak setuju jika tau status mu dulu" tegas Heri
"Kini kamu menghancurkan semua nya Ran,aku dan Dara akan bercerai.kamu puas???" pekik Heri membanting surat pemanggilan itu ke wajah Rania lalu pergi, kepalanya berdenyut kencang saat ini, tidak tau bagaimana cara menjelaskan pada ibu nya nanti.
Rania tersenyum tipis kini hanya tinggal dia istri Heri satu-satunya dan tidak akan berbagi tubuh serta uang belanja lagi.
"Selamat tinggal Dara.Malang sekali nasib mu gadis kecil,di usia muda sudah jadi Janda. nikmati kesengsaraan mu sekarang itu resiko yang kamu dapati karena sudah berani-beraninya mengambil milik ku" batin Rania
__ADS_1