
"Bu bapak sedang tidak bisa di ganggu" ucap Bella menarik tangan Miranda tapi Miranda menepis tangan Bella lalu segera masuk.
"David!!"
"Maaf pak,Ibu Miranda tidak bisa di cegah,dia memaksa masuk" ujar Bella tertunduk
"Biarkan saja, kamu silahkan keluar " ucap David dan diangguki Bella lalu pergi meninggalkan Miranda dan David.
"Ceraikan perempuan itu!" pinta Miranda membuat David terkekeh kecil
"Vid,aku mohon ceraikan dia,aku akan minta cerai dari papa mu dan kita menikah lalu kita pergi dari kota ini,kita akan hidup bahagia Vid,aku yakin" ujar Miranda mengiba
"Kau gila!! tak menikah pun aku dengan Dara aku tak akan kembali pada mu" jawab David tegas
"Vid,aku yakin kau masih mencintai ku,beri aku kesempatan kedua Vid,aku yakin hubungan kita masih bisa di perbaiki"mohon Miranda lagi.
"Jangan terlalu percaya diri Miranda,aku sudah lama mengubur hubungan kita,dan tak ada lagi rasa yang tersisa untuk mu"
__ADS_1
Miranda mendekati David dan membelai lembut dada lelaki itu.
"Sekali ****** tetap saja ******,apa perlu aku panggil satpam untuk mengusir mu dari sini" ancam David menepis tangan Miranda
"Vid,apa kau yakin anak yang di kandung perempuan itu anak mu?"
David mencengkeram lengan Miranda kuat
"Jangan pernah bicara kalau itu bukan anak ku, karena hanya aku yang mengetahui nya" marah David
"Jika benar apa beda nya dengan kamu yang rela menikah dengan papa ku hanya demi harta" ucap David dengan mata tajam menatap Miranda membuat perempuan itu terdiam ketakutan
"Jelas berbeda aku melakukan semua ini hanya karena ingin dekat dengan mu,aku masih mencintaimu Vid,kamu yang seolah tidak menganggap aku ada" pekik Miranda
"Jangan pernah mencampuri urusan ku jika kau masih ingin hidup enak dengan harta papa ku"ujar David mulai Emosi
"Aku akan buat papa mu menderita Vid jika kau masih bertahan dengan perempuan itu" ancam Miranda
__ADS_1
"Jangan coba-coba mengancam ku ******, aku tidak akan segan-segan membunuh mu jika itu terjadi pada keluarga ku" jawab David membuat nyali Miranda menciut, David benar-benar beda dari yang dulu,dulu dia sangat memuja Miranda bahkan dengan satu kali elusan saja David sudah menyerahkan diri nyata tapi kenapa sekarang jauh berbeda,apa karena perempuan itu pikir Miranda yang mulai membenci Dara.
"Keluar!!!! atau aku minta satpam menyeret mu hingga kau malu di sini"
Miranda menghentak kan kaki nya kesal lalu pergi dari ruangan David.
"Lain kali jika ada tamu perempuan yang tidak berkepentingan jangan di biarkan masuk Bel,aku tidak ingin melayani hal yang tidak penting" pesan David dan di anggukki Bella patuh
***
Dara mengelus perut nya lembut, berdiam diri di apartemen membuat nya bosan.
Tadi pagi David meminta nya istirahat saja di rumah,sore ini David akan pulang dan mengajak Dara berbelanja beberapa interior rumah baru mereka tapi Dara justru berpikir lebih baik dia saja yang menyusul David ke kantor untuk menghemat waktu sekali bertemu Ratih dan Ranti Sahabat nya sudah lama sekali mereka tidak berkomunikasi setelah David meminta Dara untuk mengganti ponsel baru beserta nomer nya David ingin hidup mereka tenang tanpa bayang-bayang Heri tapi hal itu membuat Dara tak bisa lagi berkomunikasi dengan sahabat baik nya ini, bahkan mungkin saja bu Kia saat ini marah besar pada nya karena pergi tanpa pamit dan keterangan jelas.
Dara memakai pakaian yang sedikit longgar untuk menutupi perut nya yang mulai membuncit dan menyandang tas selempang terbaru dari merek ternama, penampilan Dara sangat modis membuat siapa saja yang melihat nya seperti anak ABG padahal dia sedang hamil muda.
Dara segera memesan taksi,dia sengaja tak memberitahu pada sang suami kalau dia akan datang siang ini,Dara sengaja ingin memberikan kejutan pada sang suami dan Sahabat nya.
__ADS_1