Pernikahan Luar Biasa

Pernikahan Luar Biasa
Tas


__ADS_3

David menggenggam tangan Dara saat masuk ke dalam lobi perusahaan membuat semua menyapa mereka dengan hormat tak ada lagi rasa canggung pada perempuan cantik ini Dara juga berjalan tegap di sebelah sang suami,dia ingin menunjukkan kalau David adalah milik nya.


"Sok sekarang ya si Dara" bisik Anya


"Bukan sok,kalau elu di posisi Dara mungkin akan lebih dari itu yang loe lakuin" sahut Ratih saat mendengar bisik-bisik tetangga yang tidak mengenakan ini.


"Gue tau elo sahabat nya tih tapi nggak segitu nya juga kali"


"Elu mau di pecat?" tanya Ratih dan di jawab gelengan oleh Anya, sebenarnya betul yang di katakan Ratih jika dia di posisi Dara mungkin saat ini sudah meminta semua karyawan tunduk menyambut nya secara istri bos besar.


Sepasang suami istri istri ini baru pulang memeriksa kan kondisi kehamilan Dara yang makin hari makin berkembang pesat dan bayi mereka sehat-sehat saja.


"Mas,jangan di tanyakan lagi jenis kelamin nya ya,aku mau jadi kejutan saat aku melahirkan nanti" ujar Dara sedikit cemberut karena tadi saat di periksa mereka sempat berdebat masalah jenis kelamin, David yang penasaran sedangkan Dara ingin jadi kejutan.


"Tapi mas penasaran sayang"


"Biar nunggu lahiran saja" sahut Dara


"Tok....tok..."


Di saat obrolan ringan mereka ada yang mengetuk pintu.


"Masuk"

__ADS_1


Bella masuk dengan menenteng tumpukkan kertas yang harus di periksa David.


"Pak, Meeting akan di adakan pukul 11 siang ini,dan sesudah makan siang bapak ada pertemuan dengan Perusahaan MJ grup,lalu malam nya ada undangan makan malam dari pak Pieter" jelas Bella sedikit menyungging kan senyum nya karena dia berpikir David akan mengajak nya makan malam, biasanya para bos akan mengajak sang sekretaris untuk menemani nya Karena konteks nya masih masalah pekerjaan.


David melirik jam tangannya sekarang pukul sepuluh masih ada waktu satu jam untuk menemani sang istri.


"Sayang,mau aku antar pulang atau menunggu di sini?" tanya David


"Di sini saja mas tapi aku mau ini" tunjuk Dara dengan manja pada sebuah majalah fashion.


"Tas?"


"Iya mas, kelihatan nya unik begitu, imut lagi aku suka, boleh ya mas" rengek Dara sambil mengelus perut nya membuat David tak bisa menolak tapi jika dia menemani Dara pergi sudah pasti dia tidak akan bisa ikut rapat.


"Bell tolong kamu ke toko ini dan beli tas yang persis seperti di gambar jangan sampai berbeda ya" pinta David membuat Bella membelakan mata nya tak percaya karena sebentar lagi dia juga akan ikut rapat.


"Tapi pak-"


"Saya yang memimpin rapat nya bukan kamu jadi jika tidak ada kamu tidak masalah" potong David cepat membuat Bella kesal


"Ya sudah pak saya pergi dulu"


"Kirim nomer rekening kamu nanti saya transfer uang nya" ujar David dan di anggukki Bella pasrah

__ADS_1


Bukan tanpa alasan Dara meminta tas tersebut karena yang pertama limited edition dan yang kedua dia memang ingin mengerjai Bella yang berani-beraninya ingin merebut suaminya,Ratih dan Ranti melaporkan pada nya kalau sikap Bella sangat berbeda dan meminta Dara untuk hati-hati pada perempuan itu.


"Sayang, setelah makan siang kamu pulang dulu ya, siap-siap di rumah malam nanti temani mas untuk ketemu pak Pieter" ujar David


"Tapi perut ku sudah semakin besar mas,malu"


"Kenapa harus malu sayang justru mas bangga bisa menghamili perempuan cantik seperti kamu,nanti pasti banyak yang memuji kecantikan mu,tapi jangan berpakaian seksi mas tidak suka jika banyak yang memperhatikan kamu" aku David


"Siapa juga yang mau dengan ku mas, gendut begini"


"Ini bukan gendut sayang,tapi semok apalagi kamu hamil anak mas, tidak ada yang kurang dari kamu semua nya mas suka" puji David sambil mengelus perut Dara lembut.


****


"Kalau saja bukan karena malam nanti aku tidak akan mau membelikan dia,kenapa dia harus ikut ke kantor sih" cerocos Bella kesal


"Lihat saja malam nanti akan aku buat kamu terpesona pada ku pak David dan kamu Dara akan menangis Darah"


"Sok bos banget, kampungan" lanjut nya mengumpat.


Padahal dulu Bella bersikap baik pada Dara tapi saat Bella tau Dara lah yang menjadi istri David dia merasa kalah saing dan menjadi tidak suka pada Dara.


"Gila harga tas nya, padahal kecil begini" ucap Bella yang melihat label harga sampai 25 juta, memang dari merek ternama tapi jika di bandingkan dengan gajinya membuat jiwa Bella meronta-ronta,kenapa bukan dia yang menjadi istri David,kalau begini perlakuan David pada Dara menyesal dia tidak mengangkangkan kaki di hadapan David dulu.

__ADS_1


__ADS_2