
"Ra...loe punya hutang cerita sama kita,kenapa nggak bilang kalau loe udah nikah sama big bos" cecar Ratih saat melakukan video call bersama Dara
"Maaf-maaf gue belum sempat cerita beb"
"Nggak asik loe ra, mentang-mentang jadi istri bos kita di lupain" rajuk Ratih
"Iya nih Ra,loe di katain Bella tau di kantor" ceplos Ranti
"Di katain gimana Ran?" tanya Dara penasaran
"Nggak cuma di katain ibu bos aja" elak Ratih yang memang tidak ingin mengadu pada Dara
"Gue tau Bella gimana tih,nggak usah bo'ong gue nggak marah kok, udah siap mental lahir batin gue" jawab Dara
"Itu ra, katanya loe yang godain pak David duluan terus loe selingkuh sama pak David" adu Ranti lagi
"Dia bilang gitu Ran? gue emang belum cerita sama kalian berdua,kalau yang ngejar-ngejar gue itu pak David sampai gue selingkuh sama dia"
"Jadi loe benaran selingkuh ra?" tanya Ranti penasaran
"Iya,bahkan sekarang gue hamil anak pak David,puas loe pada!" kesal Dara
"Gila loe ra, sampai hamil" pekik Ranti dan Ratih berbarengan
"Ya mau gimana lagi, justru gue hamil lah gue bisa nikah sama pak David tapi ini semua kemauan pak David"
"Gimana bisa hamil kalau cuma kemauan pak David,loe nya juga mau kan"
__ADS_1
"Hahaha.....mau gimana lagi gue nya juga cinta! loe tau sendiri kan rumah tangga gue sama Mas Heri gimana, cerita nya panjang deh ntar kalau gue ke kantor gue cerita"
"Bu Kia ketar-ketir Ra pas tau loe istri pak David, mungkin ingat kali ya pas dia marahin loe"ujar Ratih dan di anggukki Ranti
"Gue nggak mau bahas bu Kia,biarin aja sewaktu dia marahin gue kan buat disiplin kerja juga, nggak masalah buat gue" jawab Dara santai,Dara memang tipe yang nggak ambil pusing.
"Sayang,,,celana pendek mas yang putih di mana?" tanya David membuat Dara mengalihkan pandangannya pada sang suami yang baru keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang di lilit di pinggang.
"Coba lihat di bagian bawah mas, seperti nya aku letakkan di sana" jawab Dara
David segera meraih celana pendek tersebut lalu memakai nya dan berjalan ke arah Dara.
"Cup"
Kecupan singkat di layangkan nya di kening Dara membuat Ranti dan Ratih yang melihat nya kaget dan menjadi iri.
"Sama siapa?"
"Ini Ranti dan Ratih "tunjuk Dara ke arah ponsel nya
"Hey....maaf ganggu ya" ujar David tersenyum kecil
"Nggak pak" jawab mereka sopan
"Mas cek laporan sebentar ya sayang,terusin ngobrol nya " ujar David dan di anggukki Dara
"Gila ra!! pak David main nyosor aja"
__ADS_1
"Memang kebiasaan dia"
"Tapi loe hebat ra bisa menyembunyikan semua nya sampai kalian benar-benar menikah, mungkin ini balasan buat Heri yang jadiin loe istri kedua ra"ujar Ranti
"Gue pikir juga begitu Ran, semua nya berjalan mulus banget tanpa hambatan, Sampai-sampai orang kampung nikahin kita,terus pak Haris juga terima gue baik nggak kaya kebanyakan cerita orang kalau nikah sama orang kaya tu susah,pak Haris baik banget"
"Pak David gimana ra?" tanya Ratih penasaran
"Jangan di tanya lagi mah kalau dia, bucin akut tadi aja lihat kan main cium-cium,mas David nggak bisa jauh dari gue"cerita Dara
"Loe kasih pelet apaan Ra?"
"Pelet ikat, biar umpan nya nempel " jawab Dara asal sambil terkekeh kecil
"Sekarang loe tinggal di mana?"
"Masih di apartemen sih, tapi mas David udah beli rumah tadi gue belanja interior nya, mungkin Minggu depan baru pindah kalian main ke sana ya,gue tunggu loe"
"Aman tenang aja bu bos" cengir Ranti
"Tapi agak canggung gitu ya Ra sekarang loe istri bos besar"
"Biasa aja sist,gue nggak berubah masih Dara yang dulu, sahabat kalian" jawab Dara tersenyum manis
"Ya udah gue lihat suami gue dulu ya,takut nya malah ngambek"
"Yang pengantin baru,jadi pengen deh" ujar Ratih
__ADS_1
"Cari yang baru" jawab Dara membuat mereka terkekeh kecil...