Pernikahan Luar Biasa

Pernikahan Luar Biasa
Manja


__ADS_3

"Sayang,cepat ke ruangan mas" pesan David


Dara melihat ponsel nya sejenak tapi tak di gubris nya sama sekali karena ada bu Kia yang sedang mengawasi nya bekerja.


"Sayang....mas kangen" pesan David lagi membuat Dara menarik sudut bibirnya kecil membuat Ratih dan Ranti saling pandang,heran melihat sahabat nya yang tenang-tenang saja dengan perselingkuhan suaminya.


"Ra...gimana?" tanya Ratih pelan


"Gimana apa nya?"


"Itu suami kamu?"


"Oh...mas Heri, kemarin istri nya yang hamil itu datang,dan ternyata mas Heri nggak selingkuh"jawab Dara


"Istri nya datang dan nggak selingkuh,gimana ceritanya?" tanya Ranti tidak mengerti


"Ternyata aku selingkuhan nya,aku istri ke dua nya selama ini,bodoh nya aku sudah hampir 8 bukan menikah tidak tau" jawab Dara tenang membuat Ranti dan Ratih saling pandang lagi


"Loe pelakor dong ra?" tanya Ranti keras membuat Ratih menutup mulut sahabat nya ini


"Siapa yang pelakor?" tanya Bu Kia


"Ng-gak bu, sinetron" jawab Ratih cepat


"Waktu nya kerja bukan gosip!! ini masih jam kerja apa mau gaji kalian di potong" tegas perempuan bertubuh gemuk pendek itu


"Mulut loe Ran" kesal Dara


"Maaf.... keceplosan Ra"sesal Ranti


"Gimana ceritanya Ra?" tanya Ratih pelan,dia benar-benar penasaran dengan cerita hidup sang sahabat.

__ADS_1


Dara melirik ke arah ponsel nya yang terus berbunyi, lagi-lagi kekasih gelap nya itu menghubungi nya.


"Angkat dulu ra,siapa tau penting" ucap Ranti


"Biar saja,ada bu Kia! ntar di tegur lagi' jawab Dara terus dengan pekerjaan nya.


Tak lama kemudian pak Rudi datang.


"Dara, tolong bawa beberapa jam tangan baru ke ruangan Pak David beliau ingin melihat nya"


"Kenapa nggak ke sini saja pak,biasa nya pak David juga langsung datang" jawab Ranti karena dia masih mau mendengar cerita Dara.


"Beliau sedang tidak enak badan di ruangan" jawab pak Rudi dan di anggukki Dara


"Pergi bentar ya" pamit Dara dan di anggukki dua sahabat nya ini


"Yaah... padahal mau dengarin cerita Dara tadi lo, penasaran gue gimana selanjutnya rumah tangga Dara" ucap Ratih kecewa


"Makan siang nanti saja tih"


"Mbak Bella ada pak David di dalam?" tanya Dara sopan


"Ada,kamu mau masuk ke dalam Ra?"


"Iya"


"Mending nggak usah deh,pak David dari tadi marah-marah terus,aku di bilang bau padahal harum gini" kesal Bella sambil meminta Dara mencium tubuh nya


"Masa'?"tanya Dara sambil mengendus tubuh Bella


"Iya ya mbak Bel,kamu harum kok"

__ADS_1


"Itu dia Ra,aku jug bingung tumben si bos kaya singa kehilangan pawang nya"celetuk Bella


"Ya udah aku masuk dulu mbak" pamit Dara dan di anggukki Bella


Saat Dara akan membuka pintu Bella memanggil kembali.


"Kenapa mbak?" tanya Dara menghentikan langkahnya


"Tolong sampaikan sama pak David untuk cek berkasnya ya, soalnya sudah di tunggu sama klien dan satu lagi, hati-hati malah di amuk pak David" bisik Bella pelan dan diangguki Dara sambil tersenyum manis.


"Mas" panggil Dara


"Sayang, dari tadi mas kirim pesan kenapa nggak di balas?"rajuk David


"Aku kan kerja mas"


"Sayang,mas mau peluk"pinta David sambil memeluk tubuh Dara yang berdiri di hadapan nya, spontan David mencium perut Dara yang dia peluk, lelaki tampan ini duduk di kursi kebesaran nya.


"Geli mas" ucap Dara tertawa kecil saat David berkali-kali mencium perut nya yang datar


"Sayang,kalau ada kamu mas jadi semangat,kalau bisa kamu di sini saja"


"Mas,nanti semua curiga lagi,aku harus kerja, sepulang kerja kan kita bisa sama-sama di apartemen"


"Mas mau nya sekarang" rengek David


"Mas kok kamu sekarang malah beda ya,jadi lebih manja terus sering mual-mual jangan-jangan-"


"Jangan-jangan apa?"potong David


"Jangan-jangan kamu sakit parah mas,kita harus periksa" ajak Dara

__ADS_1


"Sakit parah apa nya yang, orang kalau ada kamu langsung sembuh kok mual nya, mungkin efek takut kehilangan kamu aja"


"Gombal" cebik Dara membuat David terkekeh kecil.


__ADS_2