
"Her bisa bantu saya nggak?" tanya salah seorang teman Heri
"Apa kang?"
"Istri saya mau melahirkan jadi bisa bantu gantiin jadwal saya bulan iniHer,nanti kalau istri kamu melahirkan saya yang gantiin kamu Her, tolong ya" pinta Lelaki yang biasa di panggil Kang Toni ini
"Gimana ya kang istri saya juga sedang hamil bawaan nya mau dekat saya terus kang" ujar Heri sedikit keberatan
"Tolong lah Her,nanti kalau dia melahirkan saya yang gantiin kamu, hitung-hitung bantu saya Her" bujuk nya
Heri berpikir sejenak jika dia pulang ke tempat Dara dengan tangan kosong pasti akan bertengkar dan jika pulang ke tempat Rania juga akan marah karena Rania hanya di transfer satu juta setengah biar adil bulan ini dia tidak pulang ke rumah ke dua nya.
"Ya sudah Kang saya mau tapi tinggalin uang rokok nya ya" pinta Heri karena memang dia hanya memiliki uang 500 ribu untuk jaga-jaga kalau Rania mengamuk jika Dara sudah pasti dia punya uang buktinya bisa belikan Rais motor tanpa sepengetahuan nya.
"Aman"jawab lelaki bernama Toni ini
****
__ADS_1
"Sayang,kata ibu kamu beliin Rais motor ya?" tanya Heri
"Ng-gak mas,aku hanya nambahin saja kalau yang banyak nya pake uang ibu dan ayah" bohong Dara membuat Heri berpikir sejenak.
"Kamu jadi pulang hari ini mas,ini sudah sore lo kok kamu belum juga sampai?" tanya Dara, setelah pulang bekerja Dara segera pulang ke rumah nya karena takut Heri sudah sampai di rumah tapi ternyata saat dia pulang tidak ada tanda-tanda kepulangan Heri.
"Oh ya aku lupa bilang ke kamu kalau Dina kecelakaan"
"Kecelakaan??"
"Mas bulan kemarin juga begitu,dan bulan ini juga begitu jadi kapan kamu ngasih aku nafkah nya mas,sudah hampir beberapa bulan ini aku sendiri Lo yang berjuang " ingat Dara mulai kesal.
"Sayang bukan nya suami istri itu saling membantu,aku sedang susah sekarang tolong mengerti aku lah"
"Susah apa mas? susah dengan perempuan lain" ketus Dara
"Ra ...jangan sembarang menuduh kamu,aku cari uang ra,buat masa depan kita tapi kamu malah bicara sembarang, sekarang adik ku sedang kecelakaan bukan nya simpati tapi kamu malah memikirkan nafkah" marah Heri
__ADS_1
"Terserah kamu lah mas, nggak usah pulang sekalian"
"Memang aku nggak bisa pulang Ra karena ada pekerjaan tambahan tapi bukan berarti aku senang-senang dengan perempuan lain di sini" ucap Heri membela diri.
Dara mematikan ponsel nya kesal, lagi-lagi Heri tidak bisa pulang padahal dia ingin sekali mencari tau tentang kebusukan Heri tapi sepertinya harus tertunda lagi
Heri langsung menghubungi Rania mengatakan kalau dia tidak pulang bulan ini agar Rania tidak mengira kalau di rumah Dara.
"Terserah kamu mas yang jelas aku mau uang bulanan ku di kirim"
"Ran,kamu ini tidak pernah mengerti kesusahan suami"
"Makanya kalau belum bisa adil jangan punya istri lagi"jawab Rania kesal
"Ran,bulan ini saja Dara tidak aku kirim sepeserpun karena memikirkan kamu" kesal Heri menutup ponselnya
Kalau terus begini kepala nya bisa pecah memikirkan dua istri yang terus marah-marah.
__ADS_1