Pernikahan Luar Biasa

Pernikahan Luar Biasa
Usil


__ADS_3

Lagi-lagi Dara tak bisa berbuat apa-apa karena David sudah menghubungi Andi mengatakan kalau Dara tidak masuk bekerja hari ini, sebenarnya Andi ingin sekali menemui sang sepupu nya ini dan menanyakan langsung ada hubungan apa dia dan Dara karena Dara sudah menikah.Saat David meminta izin untuk Dara pertama kali nya Andi langsung mengecek file Dara dan melihat biodata nya, memang Dara pegawai yang paling cantik dan muda jika dia tidak menikah mungkin Andi juga akan tertarik pada Dara apalagi wajah perempuan mungil itu bersih dan glowing tidak seperti karyawan lain nya, terlihat jelas terawat membuat Andi semakin curiga,jika di telusuri dari pendidikan nya hanya tamatan SMA tapi bisa terawat sekali apa suami Dara seorang konglomerat jika ia Kenapa Dara mau bekerja sebagai buruh pabrik jam tangan pikir Andi.


Banyak pertanyaan di benak lelaki yang menjabat menjadi bos Dara saat ini tapi Andi tidak bisa menanyakan dengan Dara langsung mungkin saja mereka memang kenalan lama,atau mungkin Kakak Dara kekasih David atau keluarga lain nya karena jika Dara sendiri sudah memiliki suami.


Andi hingga saat ini belum bertemu David langsung untuk menanyakan hal ini.


***


"Sudah mas izin kan sayang,hari ini mas mau peluk-peluk kamu,nanti sarapan kita di antar sama pihak apartemen dan untuk makan siang gofood aja sayang,kamu pilih menu nya nanti" ujar David


Tiba-tiba ponsel Dara berbunyi dan Dara melihat nya.


"Ratih"


"Siapa yang?" tanya David


"Ratih mas,aku angkat dulu ya" jawab Dara sambil mengangkat nya


"Hallo Ra, elo nggak masuk kerja hari ini ra? kenapa? sakit atau suami loe udah pulang?" cecar Ratih membuat Dara sedikit menjauhkan ponselnya karena suara Ratih yang terlalu keras membuat gendang telinga nya sakit.

__ADS_1


"Lagi nggak enak badan gue" jawab Dara bohong


David yang mendengar nya langsung mendekat dan mencium tengkuk Dara membuat Dara merinding dan sedikit menjauh tapi David terus mengejar nya.


"Kenapa? semalam loe baik-baik aja perasaan"


"Nggak tau gue Tih, semalam ada angin ****** beliung yang menyerang mendadak jadi gue sedikit puyeng pagi ini" jawab Dara sekenanya karena David mulai merayap mengelus paha putih nya.


Dara menepis tangan David karena geli takut nya dia malah mendesah dan di dengar kan oleh Ratih.


"Tapi loe nggak papa kan Ra?" tanya Ratih lagi memastikan


"Ma-s....." desah Dara pelan


"Ra.....loe kenapa?" tanya Ratih yang mendengar suara Dara makin menjauh.


"Loe di mana sekarang, habis pulang kantor gue sama Ranti mau ke tempat loe Ra"


"Jangan!!!" jawab Dara cepat saat David sudah memperlihatkan Rudal nya.

__ADS_1


Dara menggeleng pelan membuat David terdiam sejenak dan menutup kembali milik nya.


"Loh kenapa nggak boleh Ra,kami mau lihat loe, sambil nongkrong kaya' biasa,suami loe nggak ada kan?"


"Gue nggak bisa Tih karna siang ini sepupu gue datang nggak enak kalau di tinggal"


"Sepupu loe dari kampung?" tanya Ratih


"Bukan dari Bali" celetuk Dara kesal karena David terus mengganggu nya meskipun sudah dia berikan kode kalau dia sedang menelpon.


"Tih...nanti gue telpon lagi ya tiba-tiba gue kebelet nih" ucap Dara menutup ponselnya cepat dan mencubit kecil pinggang David yang usil mengganggu nya.


"Aww....." sayang sakit sayang


"Rasain makanya jangan usil"kesal Dara


Dara segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang sudah terasa lengket.


"Yang.... Sayang, ikut" pekik David segera menyusul tapi pintu kamar mandi nya segera di tutup Dara,dia ingin menikmati acara mandinya sendiri jika bersama David tidak akan bisa tenang.

__ADS_1


__ADS_2