Pernikahan Luar Biasa

Pernikahan Luar Biasa
Uang


__ADS_3

Tak terasa waktu terus berjalan hubungan David dan Dara semakin dekat, mereka sudah seperti suami istri,Dara selalu di manjakan oleh David, apapun keinginan Dara akan di penuhi David bahkan David tak segan-segan membelikan perhiasan mahal untuk Dara.


"Mas besok aku harus pulang lo karena jadwal kepulangan mas Heri bulan ini" ucap Dara saat mereka sedang makan malam


"Sayang aku sudah terbiasa dengan kehidupan kita yang begini kita sudah serasa seperti suami istri, pergi dan pulang bersama, apapun kita lakukan bersama hampir dua bulan ini" ungkap David jujur karena mereka sudah bisa di bilang satu rumah meskipun tanpa ikatan memang ini perbuatan dosa tapi mau bagaimana lagi menikahi Dara juga tidak bisa karena status nya masih memiliki suami sudah pasti tak ada yang mau menikah kan mereka.


"Hanya satu minggu mas, setelah itu kita bisa sama-sama lagi"


"Janji ya jangan cuekin mas kalau kamu sama suami kamu nanti,hape nya tetap di hidupkan,kalau mas telpon di angkat sayang" ingat David


"Kalau lagi sama mas Heri gimana mau angkat mas,dia nanti malah curiga dengan ku" jawab Dara sambil terus menguyah makanan nya.


Sebenarnya Dara ingin sekali cepat bertemu Heri karena ingin mencari bukti-bukti kuat perselingkuhan nya, mungkin saja bisa melalui ponsel Heri kalau hanya berdiam diri menunggu keajaiban seperti nya mustahil pikir Dara.


"Ya setidaknya sempatkan waktu menghubungi mas"


"Andai saja semua nya cepat terungkap sudah pasti aku akan selalu bersama kamu mas" batin Dara


"Iya tenang saja mas" jawab Dara tersenyum manis

__ADS_1


***


"Har adik mu Dina kecelakaan nak, butuh biaya rumah sakit" ujar ibu Heri menangis sesenggukan


"Bagaimana bisa kecelakaan bu"


"Rem motor nya blong nak, rencana nya ibu mau menghubungi mu untuk meminta uang perbaikan motor Dina tapi ibu takut kamu nggak ada uang nak karena si Rais kan baru beli motor, mungkin kalian kehabisan uang"jelas ibu Heri lagi


"Rais beli Motor!!"


"Iya, kemarin Dina juga sudah merengek pada ibu minta di belikan motor baru karena motor nya rusak,tapi ibu bilang sabar dulu pasti kamu sedang nggak ada uang sekarang karena beli motor Rais tapi Dina keburu kecelakaan nak, bagaimana ini?"adu ibu nya membuat Heri pusing


"Sekitar enam juta nak" jawab ibu Heri membuat Heri terdiam kaku jika enam juta dia kirim kan pada ibu nya sudah pasti dia akan memotong uang Dara dan Rania secara bersamaan tapi jika tidak di kirimkan dia kasihan pada ibu nya yang hanya seorang janda, kalau bukan dia siapa lagi tempat ibu nya mengadu.


"Ya sudah bu nanti aku kirim ya" ujar Heri


"Terimakasih nak"ujar Ibu Heri menutup ponselnya.


"Rais beli motor?? apa Dara yang membelikan nya? jika ia kenapa Dara tidak bilang apa-apa pada ku" gumam Heri

__ADS_1


Heri mentransfer uang enam juta pada ibu nya dan satu juta setengah pada Rania sementara lima ratus nya untuk pegangan dia.


Ponsel Heri langsung berbunyi dia tau kalau Rania yang akan menghubungi nya.


"Hallo Ran"


"Mas apa-apaan kamu mengirim ku uang satu juta setengah,buat beli susu hamil saja tidak cukup ya mas,kamu tau sendiri kan aku masih banyak keperluan untuk calon anak kita" kesal Rania


"Pakai itu dulu ran, untuk belanja bulan depan saja,adik ku kecelakaan" ujar Heri


"Jangan bohong mas aku tau kamu besok akan pulang ke tempat Dara jadi mana mungkin kamu tidak bawa uang, pasti kamu sudah menjanjikan Dara uang banyak kan" tuduh Rania


"Ran,aku memprioritaskan kamu karena kamu hamil Ran, untuk Dara tidak aku kirim kan sama sekali" jawab Heri emosi


"Alah jangan banyak alasan kamu mas,aku tidak mau tau aku mau kamu kirim aku sesuai dengan jatah bulanan ku"


"Aku tidak ada uang Ran" tekan Heri


"Terserah kamu yang jelas aku tidak ada uang" lanjut nya mematikan ponsel dan mengusap wajah nya kasar, ternyata punya istri dua tidak seindah yang dia bayangkan.

__ADS_1


Heri saja berpikir bagaimana cara dia bisa ke tempat Dara sementara dia tidak mengirimkan uang sepeserpun,sudah pasti Dara juga akan marah pada nya.


__ADS_2