
Dara sudah bersiap untuk pulang ke rumah karena tidak membawa motor nya tadi Dara sengaja berjalan kaki keluar dari gerbang kantor dia ingin berjalan menuju Halte untuk mencari kendaraan umum tapi saat Dara berjalan justru dia di kaget kan dengan klakson mobil yang Dara tau siapa pemilik nya.
"Ayo naik" ajak David membuat Dara bengong
"Saya?" tanya Dara menunjuk dirinya
"Ya kamu, siapa lagi selain kamu"
"Saya bisa pulang sendiri pak" tolak Dara kali ini
"Ini sudah sore Dar,susah cari angkutan umum,ayo saya antar pulang" bujuk David
"Tapi pak-"
David berjalan kearah Dara dan menarik tangan nya untuk masuk membuat Dara tidak bisa menolak lagi.
"Pak saya bisa pulang sendiri"
"Inis sudah sore Dar,nggak baik perempuan keliaran malam hari,banyak yang berniat jahat"
Deg....
__ADS_1
Tiba-tiba hati Dara tersentuh mendengar ucapan David selama ini suaminya sendiri tidak pernah mau tau Dara pulang jam berapa.
"Mampir sebentar ya Dar,saya lapar" ujar David cengengesan memang dari tadi dia sengaja menunggu Dara keluar dan mengajak makan.
"Tapi pak saya harus segera pulang"
"Sebentar nggak akan lama kok hanya menemani saya sebentar"mohon David membuat Dara tidak bisa menolak
****
Dara menemani David makan di salah satu restoran mahal membuat nya sedikit gugup karena tidak terbiasa dengan pelayanan dan menu makanan nya
"Ayo ra di makan" tawar David
"Awalnya memang sedikit berbeda ra tapi jika kamu bisa merasakan sensasi nikmat nya pasti kamu ketagihan"
"Tapi pak ini semua mahal" jawab Dara pelan membuat David tertawa bahkan hampir tersedak.
"Pak... hati-hati" ucap Dara memberikan air mineral pada David
"Kamu lucu saya suka" aku David membuat Dara tersentak
__ADS_1
Deg..
"Saya membawa kamu kesini untuk makan bukan untuk membayar nya,ayo di makan jangan di pikir kan harga nya"
Sejak pertama kali melihat Dara, David sudah menyukai nya karena tubuh Dara yang langsing dan pembawaan Dara yang ceria serta wajah yang mirip dengan almarhumah mama nya,bisa di bilang David menyukai Dara saat pandangan pertama tapi dia belum tau dengan status Dara.
Awalnya Dara hanya mencicipi tapi memang benar yang di katakan David kalau makanan nya enak-enak mungkin dari harganya saja sudah bisa di tebak kalau ini makanan berkelas.
"Bagaimana, enak bukan?" tanya David dan di anggukki Dara pelan
Setelah makan David membawa Dara ke taman,dia ingin mengenali perempuan ini lebih jauh lagi,tak peduli dia hanya pegawai biasa toh jika memang berjodoh David bisa merubah Dara lebih berkelas pikir nya.
"Kenapa kemari pak,saya harus pulang"
"Temani saya di sini sejenak Ra,cari angin! bukan nya kamu di rumah juga sendirian"
"Dari mana bapak tau saya sendirian?" tanya Dara curiga
"Bukan nya sewaktu saya mengantar dan menjemput kamu tidak menemui siapa pun di kontrakan mu" jawab David membuat Dara sedikit lega dia pikir David sudah membuntutinya.
"Jangan berburuk sangka nona manis,aku tidak seburuk itu"ucap David sambil tersenyum manis membuat Dara malu sendiri.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama suasana bisa mencair dan mereka sudah bercerita layak nya sahabat baik,Dara sendiri sudah bercerita banyak tentang pekerjaan dan keluarga nya di kampung halaman tapi hingga kini David tidak tau status Dara,Dara pun tak mengatakan kalau dia sudah menikah karena pikir Dara itu tidak penting dan David tidak bertanya kepada nya.
Waktu sudah menunjukkan pukul Sembilan malam waktu nya David mengantarkan Dara pulang.