
"Mas kamu kapan pulang,ini sudah jalan 7 bulan loe mas, Persiapan lahiran belum semua nya aku beli" ucap Rania kesal sudah hampir seminggu Heri meninggal kan Lombok
"Sabar Ran,ibu belum mengizinkan mas pulang ke Lombok"
"Apa??? ibu kamu gila mas,kalau nggak boleh pulang gimana aku mas,biaya lahiran nya juga belum ada ini"
"Ini semua juga karena kamu Ran,kamu yang menyebabkan ini semua terjadi coba saja kamu bisa menahan ego mu tidak akan mungkin ini terjadi" kesal Heri
"Salah kan aku terus mas, salahkan terus biar kamu dan keluarga kamu puas"
"Ran,coba mengerti posisi ku" bujuk Heri
"Sekarang kamu mau pulang ke Lombok atau tidak mas? kalau tidak jangan salah kan jika aku mencari lelaki lain" ancam Rania membuat Heri meradang
"Rania jaga ucapan mu,jangan keluarkan sifat ****** mu itu"
"Terserah" jawab Rania lalu mematikan ponsel nya membuat Heri meremas rambut nya kasar.
"Brengsek......" pekik nya kesal
__ADS_1
****
"Mimpi apa ya yah kita dapat menantu kaya David, tampan kaya lagi" ucap sang istri saat mereka hendak tidur
"Bu,, semua yang di berikan Tuhan harus di syukuri,ibu jangan terlalu pamer bu takut nya Tuhan marah dan mengambil semua nya" ingat sang suami
"Kenapa ayah berdo'a seperti itu?" cemberut ibu Dara
"Bukan berdo'a tapi ayah hanya mengingatkan saja,jika rezeki David lebih banyak lagi ya Alhamdulillah bu, berarti Tuhan sedang menguji Dara dengan semua kekayaan ini"
"Dara anak nya baik yah, nggak neko-neko,ayah kan tau sendiri kalau nggak di perkosa David mungkin Dara tetap sama Heri si Kere itu,tapi semua kejadian kan ada hikmahnya untuk Dara" ucap sang ibu
"Iya ayah tau itu,ayah kenal Dara bu,Dara sangat baik dan sopan, mungkin ini jalan Tuhan memberikan kebahagiaan untuk dirinya yang di tipu oleh Heri,tapi kita sebagai orang tua juga tidak boleh lengah bu,takut nya malah kita terlena dengan semua ini"
Pak Damar selalu berdo'a untuk kebahagiaan Dara dan Rais anak-anak nya.
****
"Mas,,jangan di gigit gitu ah,geli" ujar Dara pelan saat David menggerayangi tubuhnya mulus nya, perut nya yang mulai membuncit membuat David gemas
__ADS_1
"Anak papa mau di jenguk" ucap nya sambil mengecup perut Dara yang sudah b*g*l
"Mas,kapan kita kembali ke Jakarta?" tanya Dara di sela kegiatan mereka
"Lusa sayang,mas sudah pesan tiket pesawat nya,tadi Andi sudah menghubungi mas katanya ada beberapa perusahaan yang mengajak kerja sama"
"Pekerjaan ku bagaimana mas?"
"Tidak usah bekerja lagi sayang,perut kamu juga makin besar ini"
"Tapi mas aku bosan kalau di rumah,ah.... pelan-pelan mas" ucap Dara yang merasakan hentakan David sedikit kuat
"Maaf habisnya mas gemes lihat ini kamu makin gede, kalau di hentak kuat ikut goyang" ujar David terkekeh
"Nanti mas beli rumah baru untuk kita sayang, nanti juga ada pembantu yang menemani kamu di rumah kalau ikut mas ke kantor takut nya kamu capek"
"Kenapa harus beli rumah, apartemen nya?"
"Sayang, lingkungan apartemen tidak baik untuk anak kita,dia tidak bisa bersosialisasi nanti nya,jadi mas putuskan beli rumah, lagian kalau ibu sama yang lain mau ke Jakarta sudah ada tempat tinggal kan" jelas David dan di anggukki Dara setuju.
__ADS_1
"Sudah ya dek,besok lagi papa jenguk nya,papa takut dedek ntar malah berontak di dalam kasihan mama" ucap David mengelus lembut dan mencium perut Dara setelah aktivitas mereka membuat Dara terkekeh geli, David sungguh lelaki yang sangat perhatian,dia tak pernah memaksa kan kehendak nya sendiri.
Beruntung sekali Dara bisa menjadi istri nya.